<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>tesamsitompul&#039;s Blog</title>
	<atom:link href="http://tesamsitompul.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://tesamsitompul.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Mon, 13 Dec 2010 17:07:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='tesamsitompul.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/75a985947e6e4c09e00ee7cc020eef18?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>tesamsitompul&#039;s Blog</title>
		<link>http://tesamsitompul.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://tesamsitompul.wordpress.com/osd.xml" title="tesamsitompul&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://tesamsitompul.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>WEB ENGINEERING</title>
		<link>http://tesamsitompul.wordpress.com/2009/06/24/suramadubridge/</link>
		<comments>http://tesamsitompul.wordpress.com/2009/06/24/suramadubridge/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Jun 2009 07:07:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tesamsitompul</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tesamsitompul.wordpress.com/?p=20</guid>
		<description><![CDATA[&#160; &#160; Tugas TK RPL Web Engineering Manajemen Proyek Web Apa yang membuat manajemen proyek Web berbeda dari manajemen proyek perangkat lunak tradisional, dan apa yang tersembunyi ? Semakin jauh berpotensi sukses sebagai metode dan pendekatan untuk Web manajemen proyek sudah berevolusi, mereka akan disajikan secara singkat dan tertanam di perspektif holistik yang dibutuhkan dalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tesamsitompul.wordpress.com&amp;blog=8288757&amp;post=20&amp;subd=tesamsitompul&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.easports.com/"><img class="size-full wp-image-354 alignleft" title="EA Sports" src="http://tesamsitompul.files.wordpress.com/2009/06/ea-sports1.png?w=23&#038;h=47" alt="" width="23" height="47" /></a><a href="http://www.softpedia.com/"><img class="size-full wp-image-327 alignleft" title="softpedia" src="http://tesamsitompul.files.wordpress.com/2009/06/softpedia.png?w=46&#038;h=47" alt="" width="46" height="47" /></a><a href="http://jquery.com/"><img class="size-full wp-image-333 alignleft" title="jquery" src="http://tesamsitompul.files.wordpress.com/2009/06/jquery.png?w=94&#038;h=46" alt="" width="94" height="46" /></a><a href="http://www.w3schools.com/"><img class="size-full wp-image-331 alignleft" title="w3" src="http://tesamsitompul.files.wordpress.com/2009/06/w3.png?w=46&#038;h=47" alt="" width="46" height="47" /></a><a href="http://www.w3schools.com/ajax/default.asp"><img class="size-full wp-image-339 alignleft" title="ajax" src="http://tesamsitompul.files.wordpress.com/2009/06/ajax13.png?w=94&#038;h=46" alt="" width="94" height="46" /></a><a href="http://www.trunojoyo.ac.id/"><img class="size-full wp-image-341 alignleft" title="trunojoyo" src="http://tesamsitompul.files.wordpress.com/2009/06/trunojoyo.png?w=46&#038;h=47" alt="" width="46" height="47" /></a><a href="http://mootools.net/"><img class="size-full wp-image-342 alignleft" title="mootools" src="http://tesamsitompul.files.wordpress.com/2009/06/mootools.png?w=94&#038;h=46" alt="" width="94" height="46" /></a><a href="http://linux.or.id/"><img class="size-full wp-image-346 alignleft" title="linux" src="http://tesamsitompul.files.wordpress.com/2009/06/linux1.png?w=46&#038;h=47" alt="" width="46" height="47" /></a><a href="http://www.microsoft.com/en/us/default.aspx"><img class="size-full wp-image-348 alignleft" title="microsoft" src="http://tesamsitompul.files.wordpress.com/2009/06/microsoft.png?w=46&#038;h=47" alt="" width="46" height="47" /></a><a onclick="return mugicPopWin(this,event);" oncontextmenu="mugicRightClick(this);" href="http://www.apple.com/"><img class="size-full wp-image-350 alignleft" title="apple" src="http://tesamsitompul.files.wordpress.com/2009/06/apple1.png?w=46&#038;h=47" alt="" width="46" height="47" /></a></p>
<p style="text-align:center;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:center;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:left;"><strong>Tugas TK RPL Web Engineering</strong></p>
<p><strong>Manajemen Proyek Web<br /></strong></p>
<div><!-- .fullpost{display:inline;} -->
<div>
<p>Apa yang membuat  manajemen proyek Web berbeda dari manajemen proyek perangkat lunak  tradisional, dan apa yang tersembunyi ? Semakin jauh berpotensi sukses  sebagai metode dan pendekatan untuk Web manajemen proyek sudah  berevolusi, mereka akan disajikan secara singkat dan tertanam di  perspektif holistik yang dibutuhkan dalam bidang ini.</p>
<div>
<p>Manajemen proyek adalah kegiatan manusia untuk  membentuk tindakan manusia lainnya. Ini manusia perspektif berpusat  membutuhkan manajer proyek web untuk memiliki besar pemecahan  konflik-kompetensi, dan tim Web untuk memiliki pemahaman  interdisipliner. Akibatnya, model yang digunakan untuk mengembangkan  aplikasi Web telah menjadi sangat fleksibel, memungkinkan untuk  iteratif-incremental sangat pembangunan, dan melibatkan kontraktor  sering. Ini berarti bahwa alat dan teknik digunakan dalam manajemen  proyek web terutama dicirikan oleh transisi saat ini dari metode  tradisional.</p>
<p>9.1 Dari Manajemen Proyek Software untuk Manajemen  Proyek Web</p>
<p>9.1.1 Tujuan Manajemen Proyek Perangkat Lunak</p>
<p>Proyek  Perangkat Lunak management1 mendukung pendekatan teknik untuk  pengembangan perangkat lunak di bahwa itu meluas siklus pengembangan  produk teknis (perencanaan &#8211; pelaksanaan &#8211; pemeriksaan) dan tugas-tugas  sosial ekonomi, seperti pengelolaan, pengembangan, dan pemantauan. Hal  ini ternyata perangkat lunak pembangunan menjadi dikendalikan, proses  berulang-ulang, memungkinkan dipahami dengan baik dan berkesinambungan  adaptasi dengan tujuan (lihat Gambar 9 1).</p>
<p>Software  manajemen proyek sehingga mengikat teknis pengembangan produk untuk  manufaktur produk ekonomi.</p>
<p>9.1.2 Tugas-tugas Manajemen Proyek  Perangkat Lunak</p>
<p>Sebuah proyek adalah usaha yang inovatif dan  kompleks dengan kondisi, seperti biaya, dead-line, Sumber daya, dan  kualitas. Garis kinerja proses sebuah perusahaan harus dikoordinasikan  oleh (Proyek) manajemen sehingga kondisi umum / pembatasan dapat  dipertahankan. Lebih khusus, &#8220;memiliki manajemen untuk menentukan tujuan  dan strategi untuk perusahaan, mengoperasionalkan dalam rencana,  memonitor pencapaian tujuan, mengembangkan organisasi perusahaan yang  memadai untuk pelaksanaan tujuan dan rencana, memimpin dan memotivasi  staf, mengontrol proses perusahaan, dan mengambil keputusan. dapat  didefinisikan sebagai suatu aktivitas yang berhubungan dengan membentuk  tindakan orang lain(Gernert dan Ahrend 2001).</p>
<p>9.1.3 Konflik  Daerah dalam Proyek</p>
<p>Dari segi ekonomi, sebuah proyek sering  dilihat sebagai suatu sistem yang harus seimbang antara anggaran yang  tersedia, cakrawala waktu tetap, dan kualitas produk yang diproyeksikan  (lihat Gambar 9-2). Aspek penting tentang sudut pandang ini adalah bahwa  tidak satupun dari tiga parameter dapat berubah tanpa mengharuskan  perubahan ke salah satu atau kedua nilai parameter lainnya. Sebuah  proyek yang harus diselesaikan dalam waktu yang sesingkat mungkin  menjadi lebih mahal daripada awalnya direncanakan, atau menurunnya  kualitas. Dalam prakteknya, keduanya akan terjadi dalam kebanyakan  kasus. Hal ini penting untuk membuat pelanggan sadar ini &#8220;daerah  konflik&#8221; dalam suatu proyek dari awal, dan stres dampak dari perubahan  tenggat waktu, pemotongan biaya, dll. Hal ini tidak dapat dilakukan  cukup tegas. Bahkan, khususnya untuk proyek-proyek web, yang sering  harus ditangani di bawah anggaran yang ketat dan ketat tenggat waktu  bahkan, yang &#8220;sederhana&#8221; hubungan antara anggaran, waktu, dan kualitas  yang sering hilang dalam hiruk pembangunan.</p>
<p>9.1.4 Spesifikasi  Manajemen Proyek Web</p>
<p>Secara umum dapat diamati bahwa aplikasi  besar dan monolitik banyak dikembangkan di masa lalu telah digantikan  oleh sejumlah besar aplikasi Web dan jaringan(Reifer 2002). Tren ini  memerlukan siklus pengembangan yang lebih pendek, yang mengarah ke  situasi di mana perangkat lunak semakin kurang berkembang pada cara  tradisional &#8211; yang didasarkan pada persyaratan yang ditetapkan &#8211; dari  awal. Tabel 9-1 menunjukkan sifat yang dihasilkan untuk manajemen proyek  Web, dibandingkan perangkat lunak manajemen proyek tradisional  (diadaptasi dari Reifer 2002).</p>
<p>proyek web juga berbeda dari  proyek perangkat lunak tradisional dalam hasil:</p>
<p>• sistem perangkat  lunak tradisional yang terdiri dari bagian yang dikelompokkan menurut  fungsi, dimana tombol metrik bagian ini adalah fungsionalitas.  Sebaliknya, fungsi perangkat lunak dan konten tergantung pada satu sama  lain dalam aplikasi Web, dan ketersediaan gabungan dari kedua elemen  sangat penting dari pertama pengiriman sangat on.2</p>
<p>• Desain dan  pembuatan konten paling tidak sama pentingnya&#8217;s aplikasi fungsionalitas.  Untuk aplikasi web, penataan ke dalam komponen-komponen desain  dilakukan dalam cara yang berbeda oleh masyarakat pembangunan yang  berbeda, dengan menggunakan penamaan yang berbeda (lihat Tabel 9-2).</p>
<p>Tabel  9-2 Desain komponen aplikasi Web</p>
<p>9.2.1 Tantangan Umum dalam  Pengembangan Software</p>
<p>Manajemen proyek konvensional dalam proyek  perangkat lunak tradisional dihadapkan dengan tantangan dalam semua tiga  tugas pengelolaan (lihat bagian 9.1.1). Tantangan-tantangan ini juga  berlaku untuk pembangunan aplikasi Web, seperti dijelaskan dalam bagian  berikut.</p>
<p>Kepemimpinan Tantangan</p>
<p>• Sistem Perangkat Lunak  Unik: Sistem software sering dikembangkan dari awal. Pengalaman yang  diambil dari proyek masa lalu terlalu sedikit untuk bisa membuat  estimasi biaya yang dapat diandalkan.</p>
<p>• Perspektif Kepemimpinan  Teknis: Proyek manajemen telah didominasi oleh teknologi aneh, khususnya  yang berpikiran insinyur teknologi. Dalam banyak kasus, ini telah  menyebabkan untuk suatu pengabaian pengembangan organisasi yang  mendukung pengembangan perangkat lunak. Selain itu, insinyur cenderung  terlalu optimis. Sikap sering &#8220;murah hati&#8221; didukung oleh dan penjualan  orang pemasaran.</p>
<p>• Perencanaan yang Buruk: Banyak produk  perangkat lunak dicirikan oleh atau tidak jelas tujuan perencanaan yang  lengkap, sering berubah dengan tujuan perencanaan, dan cacat dalam  proyek organisasi. Dibandingkan dengan pengembangan perangkat lunak  tradisional, masalah ini timbul bahkan lebih sering dalam pengembangan  aplikasi web.</p>
<p>Pengembangan Tantangan</p>
<p>• Individualitas  Programmer: Bahkan saat ini, banyak proyek pengembangan perangkat lunak  terlihat sebagai seni daripada teknik. Programmer perangkat lunak yang  individualis dan kinerja mereka banyak berbeda. sulit untuk menempatkan  individualis ke dalam organisasi langsung. Masalah ini muncul terutama  karena &#8220;seniman&#8221; dalam tim Web, karena mereka , kreativitas tunduk pada  tingkat tinggi individualitas.</p>
<p>• Jumlah Solusi Alternatif Tinggi:  Dalam pengembangan perangkat lunak, ada hampir jumlah alternatif tidak  terbatas untuk memecahkan suatu masalah tertentu. Masalah sedikit lebih  kecil di penciptaan aplikasi Web, karena banyak komponen dan produk  setengah jadi dapat digunakan, namun tidak boleh dianggap remeh.</p>
<p>•  Perubahan Teknologi yang Cepat: Perkembangan teknologi yang pesat  perangkat keras dan software membuat lebih sulit untuk merencanakan dan  mengatur proyek perangkat lunak.</p>
<p>Pemantauan Tantangan</p>
<p>•  Negara Imaterial Produk Perangkat Lunak: &#8220;hal tidak dapat dipahami&#8221; dari  produk perangkat lunak membuat mereka sukar untuk mengendalikan. Sejak  proyek web ditandai paralel dengan pembangunan fungsionalitas dan  konten, produk lebih &#8220;nyata&#8221; untuk pelanggan dan manajer proyek.</p>
<p>9.2.2  Pembangunan-terkait Tantangan di Web Proyek</p>
<p>Sifat-sifat berikut  ini khas untuk pengembangan proyek Web, mewakili khusus</p>
<p>Tantangan  bagi manajemen proyek Web.</p>
<p>Hal Baru</p>
<p>Banyak aplikasi Web  dirancang untuk alamat baru atau pengguna kelompok tidak dikenal (lihat  juga Bab 2). Tentu saja, jika para pengguna di masa depan tidak tahu apa  yang ditawarkan atau apa yang mereka dapat atau harus harapkan dari  sebuah aplikasi Web yang baru, mereka tidak bisa merumu</p>
<p>Dinamika</p>
<p>Pengembangan  aplikasi Web Banyak proyek yang dicirikan oleh tekanan waktu-ke-pasar  yang tinggi dan siklus pembangunan pendek. Sebagai contoh, (McDonald dan  Welland 2001a) diamati dalam penelitian bahwa tidak ada proyek Web  berlangsung lebih dari enam bulan, rata-rata yang kurang dari tiga  bulan.</p>
<p>Paralelisme</p>
<p>Karena siklus pengembangan yang pendek  dan struktur berbasis komponen dari aplikasi domain (misalnya,  otentikasi , kesamaan pencarian, ticker berita, chat room) sering  ditemukan di aplikasi web, banyak aplikasi web dikembangkan oleh  sub-kelompok secara paralel. Namun, subkelompok yang terstruktur berbeda  dari di proyek perangkat lunak tradisional.</p>
<p>Usia muda</p>
<p>Dibandingkan  dengan rata-rata pengembang aplikasi Web developer software rata-rata  jauh lebih muda dan kurang berpengalaman. Berdasarkan survei yang  dilakukan oleh (Reifer 2002), rata-rata pengembang aplikasi Web memiliki  kurang dari tiga tahun pengalaman dan biasanya adalah otodidak  sedangkan perangkat lunak insinyur rata-rata memiliki pendidikan formal  dan setidaknya enam tahun profesional pengalaman. Salah satu strategi  untuk mengatasi masalah ini di Web manajemen proyek dapat mengandalkan  pada teknologi dan alat-alat dari vendor besar, karena mereka cenderung  mengikuti update tertib dan kebijakan melepaskan dan bantuan terus  menerus. Open-source proyek dari sumber yang dapat dipercaya (misalnya,  lingkungan GNU atau yayasan Apache) telah menjadi alternatif yang  menarik berkat dukungan masyarakat Web mereka.</p>
<p>9.2.3  Produk-terkait Tantangan di Web Proyek</p>
<p>Sifat-sifat berikut ini  khas untuk aplikasi Web atau menggunakan mereka, yang mewakili khusus  tantangan bagi manajemen proyek Web.</p>
<p>Ubiquity</p>
<p>Selain  menjadi tersedia di seluruh dunia, perangkat mobile telah membuat web  tersedia di hampir semua lokasi. Kelompok pengguna potensial untuk  diakses publik. Ini berarti bahwa jumlah dan karakteristik kelompok  pengguna aktual tidak diketahui, dan spektrum jenis pengguna potensial  sangat luas. Meskipun tes aplikasi dikerahkan di web dapat menjangkau  pengguna internet. Stabilitas dan Keamanan Pengguna Web mengharapkan  aplikasi yang tersedia menjadi 24 jam X 7 hari berarti persyaratan  tinggi pada kualitas aplikasi berkaitan dengan kehandalan, tetapi juga  pada hardware yang mendasari dan koneksi jaringan. Dalam kasus terakhir,  sinkronisasi pengembangan sistem dengan sistem produksi dan pengujian  (sedangkan data perubahan dinamis) yang sangat sulit.</p>
<p>Skalabilitas</p>
<p>Kehadiran aplikasi Web, dikombinasikan dengan spontanitas  pengguna, menyiratkan bahwa Web, aplikasi harus scalable ke tingkat yang  tidak dapat diproyeksikan sebelum dan selama pengembangan. Sebuah  aplikasi Web scalable yang buruk dapat menyebabkan kehilangan kinerja  secara dramatis yang dirasakan oleh semua penggunanya begitu jumlah  mereka mencapai maksimum tertentu. Sebuah sistem e-banking scalable yang  buruk, misalnya, dapat mengakibatkan kerugian materi yang besar (yang  tidak benar transaksi keuangan atau tidak lengkap) dan kerugian  immaterial (reputasi perusahaan).</p>
<p>9.3 Mengelola Tim Web</p>
<p>9.3.1  Pengembangan Perangkat Lunak: Human-centered Task</p>
<p>Karena evolusi  yang cepat dan bahwa proyek aplikasi Web sangat tunduk pada fakta bahwa  pengembangan perangkat lunak modern semua dikelola oleh  kelompok-kelompok orang dan tidak lagi oleh individu (Mayr 2005),  komunikasi antar anggota tim dan motivasi mereka dan koordinasi oleh  manajer proyek adalah salah satu faktor keberhasilan yang paling penting  untuk sebuah proyek (lihat juga Bab 2). Untuk alasan ini, pengembangan  perangkat lunak sering disebut-berpusat manusia aktivitas (Humphrey  1997).</p>
<p>Manajer teknis sangat cenderung meremehkan aspek psikologis  dan sosial dalam pembangunan tim. Segera setelah mereka telah  diidentifikasi, konflik harus ditangani dan diselesaikan. Dalam bidang  pengembangan teknis, seringkali tidak ada ruang untuk kompromi, ada  &#8220;pemenang&#8221; dan &#8220;pecundang&#8221;, yang mengarah ke konflik lebih.</p>
<p>Perubahan  berikut dalam pengembangan kebudayaan perangkat lunak mengarah ke  evolusi dari Kepala tim programmer:</p>
<p>• Seorang insinyur perangkat  lunak tidak bisa lagi membagi wilayah kerjanya ke dalam desain,  implementasi, dan pengujian.</p>
<p>• Sebuah pengganti harus  diidentifikasi yang dapat menggantikan setiap anggota tim dalam keadaan  darurat situasi, setidaknya untuk waktu singkat. pengganti ini terus  harus disimpan informasi tentang keadaan saat proyek.</p>
<p>• Seorang  kepala programmer dengan kedua kualitas manajemen yang sempurna dan  up-to-date implementasi keterampilan jarang tersedia dalam praktek.</p>
<p>•  Yang tidak ada penghargaannya &#8211; dan sering kurang menarik &#8211; tugas  seorang sekretaris proyek sebagai &#8220;kepala dokumenter&#8221; dan pengontrol  membuat sulit untuk mengisi posisi ini secara permanen. Dokumen generasi  harus didistribusikan di seluruh tim, sesuai dengan tugas.</p>
<p>9.3.2  Tim Proyek Web</p>
<p>Tim dibentuk untuk mengembangkan aplikasi Web yang  ditandai dengan tiga sifat penting:</p>
<p>Multidisciplinarity: Karena  aplikasi Web terdiri dari isi, struktur hypertext, dan presentasi untuk &#8211;  idealnya &#8211; sangat khalayak luas, pengembang web harus memiliki domain  pengetahuan khusus yang berbeda.</p>
<p>Paralelisme: Sementara  tugas-tugas dalam proyek-proyek perangkat lunak tradisional dibagi oleh  pembangunan- aspek-aspek khusus, proyek Web biasanya dibagi dengan  masalah. Hasilnya adalah bahwa subkelompok dari tim proyek web sama-sama  terdiri berkaitan dengan keahlian mereka, berarti bahwa banyak  perkembangan paralel untuk dikoordinasikan (lihat bagian 9.2.2).</p>
<p>Ukuran  kecil: Karena siklus pembangunan pendek dan sering kali agak terbatas  anggaran, Web tim proyek terdiri dari sejumlah kecil anggota tim  (sekitar enam rata-rata, dan jarang lebih dari sepuluh (Reifer 2002,  McDonald dan Welland 2001a)).</p>
<p>Aspek penting adalah bahwa setiap  anggota sepenuhnya memahami peran dan tanggung jawab. Jika peran dan  tanggung jawab tumpang tindih, maka anggota tim, bersama dengan manajer  tim atau manajer proyek, bertanggung jawab untuk menyelesaikan konflik  yang mungkin timbul dalam proyek tersebut. Karena siklus pengembangan  proyek web yang singkat, juga penting untuk menyelesaikan konflik dengan  cepat, bahkan meskipun ini dapat mengakibatkan solusi suboptimal dari  perspektif menyeluruh. Gambar 9-3 menunjukkan apa komposisi khas tim  proyek web akan terlihat seperti.</p>
<p>Setiap dari peran yang dapat  dibagi lagi menjadi bidang-bidang khusus. Misalnya, &#8220;software engineer&#8221;  dapat termasuk arsitek software, (Web) programmer, administrator  database, Web master, dll.</p>
<p>9.3.3 Proyek Web Manager</p>
<p>Tugas  utama dari seorang manajer proyek web &#8211; yang membedakan dia atau dia  dari perangkat lunak tradisional manajer proyek &#8211; adalah bahwa ia harus  memimpin sebuah tim yang terdiri dari orang-orang dengan kemampuan yang  berbeda dan kompetensi. Anggota tim spesialis dengan derajat pengetahuan  yang berbeda, kebiasaan, dan nilai-nilai. Setiap jenis pengembang  tampaknya mengalami masalah dalam mengenali dan menghargai kontribusi  yang dibuat oleh pengembang yang berasal dari latar belakang pendidikan  lainnya (McDonald dan Welland 2001a). Seorang manajer proyek web harus  terutama menghadapi tantangan sosial sebagai berikut:</p>
<p>• Inspire  anggota proyek semua dengan tujuan proyek. Jadilah mampu memimpin tim  multidisiplin.</p>
<p>• Buat kesediaan dan kesiapan untuk (demokratis)  kerjasama.</p>
<p>• Terus-menerus memotivasi tim dan menyelesaikan  konflik.</p>
<p>• Sejak tim proyek sebagian besar anggota masih muda dan  berpengalaman, manajer proyek web tidak hanya harus memimpin mereka,  tetapi juga harus melatih mereka di bidang komunikasi dan sosial  kompetensi, dan memotivasi mereka untuk berpartisipasi dalam pendidikan  lanjutan.</p>
<p>Ada dua kekhasan untuk tugas ini, dibandingkan dengan  proyek perangkat lunak konvensional:</p>
<p>1. Transisi dari proyek Web  dari pengembangan untuk menggunakan teratur adalah cairan. Selain itu,  seringkali sulit bagi manajer proyek Web untuk menentukan kapan aplikasi  Web telah telah sepenuhnya dibawa ke dalam operasi, dan dengan demikian  ketika proyek pembangunan sesungguhnya telah dan teratur menggunakan  diselesaikan (termasuk perawatan) dari aplikasi Web yang dikembangkan  memiliki mulai x0d.</p>
<p>2. Selain itu, sering tidak jelas apakah atau  tidak seorang manajer proyek Web masih harus terlibat dengan proyek  setelah aplikasi tersebut telah pindah ke fase operasi dan pemeliharaan.  ini menjadi lebih kritis karena kenyataan bahwa, karena dengan  pengetahuan khusus tunggal anggota tim proyek web, kontak utama dengan  pelanggan dalam proyek-proyek web tidak dipelihara melalui manajer  proyek Web, tetapi langsung melalui para ahli (lihat Burdmann 1999).</p>
<p>Alat  untuk Manajemen Proyek Web</p>
<p>Karena pengembang web terutama akrab  dengan Web, alat-alat berbasis web yang idealnya cocok untuk manajemen  proyek web. berdasarkan manajemen proyek alat-Web, seperti PHProjekt (  http://www.PHProjekt.com ), memungkinkan untuk menangani tugas-tugas  manajemen proyek tradisional, seperti seperti waktu perekaman,  memelihara buku harian, pengarsipan dan versioning dokumen hasil ,  penebangan, papan tulis, chat room, e-mail distribusi, dll, untuk  mendukung tim web komunikasi. dari alat-alat ini bahkan gratis untuk  penggunaan pribadi pendidikan. dan banyak. Alat untuk Manajemen  Konfigurasi Sebuah manajemen konfigurasi sistem (Dart 2000) adalah alat  penting untuk mendukung tertib proses proyek. Dalam rekayasa Web,  manajemen konfigurasi digunakan terutama untuk berikut tugas karena  siklus iterasi pendek:</p>
<p>• mengelola versi dari kode sumber dan isi  aplikasi, dan akses mengatur ke konten,</p>
<p>• menciptakan  konfigurasi, baik untuk kode sumber dan isi aplikasi untuk mendirikan  suatu kebijakan</p>
<p>rilis teratur,</p>
<p>• mengelola permintaan  perubahan dan penanganan kesalahan dan cacat, negara mengendalikan</p>
<p>dokumen</p>
<p>• untuk memonitor kemajuan proyek</p>
<p>9.4.2 Ukuran Kemajuan</p>
<p>Saat  mengembangkan aplikasi Web, seringkali hanya dua dokumen yang  diciptakan (McDonald dan Welland 2001a). Pertama Dokumen adalah sistem  spesifikasi, berisi hasil dari persyaratan dan analisis desain  keputusan. &#8220;kedua&#8221; dokumen selesai Web aplikasi. Aplikasi Web biasanya  dibuat dalam urutan cepat hasil antara dengan cara iteratif dan evolusi  prototyping sangat. Sharma (2001) menunjukkan bahwa iterasi  langkah-langkah harus sekecil mungkin dan memiliki fungsi jelas.  Masing-masing langkah-langkah ini harus diikuti dengan review, idealnya  melibatkan pelanggan. Pendekatan ini identik dengan Rapid Application  Development (RAD), suatu teknik yang memiliki sudah dikenal dan sering  dipraktekkan dalam pengembangan perangkat lunak tradisional selama  hampir dua puluh tahun. Pengembangan aplikasi Web ini ditandai oleh  kenyataan bahwa kebutuhan mereka umumnya tidak dapat diperkirakan  sebelumnya, yang berarti bahwa ukuran proyek dan biaya tidak dapat  diantisipasi (Reifer 2002). Tabel 9-6 meringkas rekomendasi untuk  penggunaan yang tepat alat-alat dalam proyek Web.</p>
<p>9.4.3 Risiko  Proyek</p>
<p>Risiko dalam Pengembangan Software</p>
<p>Risiko adalah  kemungkinan suatu kegiatan untuk menyebabkan kerugian atau kerusakan.  Namun, kami berbicara tentang risiko hanya jika konsekuensinya pasti.  Ini berarti bahwa risiko merupakan masalah potensial (Thayerdan Fairley  1997). Tidak ada hal seperti proyek tanpa resiko (dan masalah yang  diakibatkan dari mereka). &#8220;Jika proyek ini berhasil, maka tidak berhasil  karena tidak ada resiko dan masalah, tetapi karena risiko dan masalah  telah ditangani berhasil&#8221; (Rook 1986). Setiap risiko juga merupakan  peluang ekonomi. Sebuah siklus pengembangan yang lebih singkat dapat  diterjemahkan ke dalam diinginkan karena tepi waktu-ke&#8217;s memasarkan  produk.-Persaingan usaha yang menggunakan teknologi baru dapat membuka  segmen pasar tambahan. Misalnya, penggunaan. Untuk NET platform  memungkinkan deployment ke ponsel-ponsel berbasis Microsoft sebagai  perangkat sasaran mungkin. Yang penting risiko yang paling dalam  pengembangan perangkat lunak telah diidentifikasi dan diperbarui secara  teratur oleh B. Boehm , salah satu pelopor dalam bidang manajemen risiko  dalam rekayasa perangkat lunak, karena 1980-an. Tabel 9-7 (diadaptasi  dari Boehm 1998) membandingkan risiko sepuluh yang paling penting untuk  proyek perangkat lunak di tahun 1980 dibandingkan dengan mereka pada  1990-an.</p>
</div>
</div>
</div>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>WEB APPLICATION DESIGN TECHNOLOGI</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>1. PENGANTAR</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Chapster ini merupakan tahap Perancangan Aplikasi Web. Untuk perawalan, kita harus menerangkan permasalahan pada aplikasi web pada umumnya, aplikasi web pada umumnya lemah dalam koordinasi dalam tugas design, yaitu, design informasi, design hypertext, dan design software.</p>
<p style="text-align:justify;">Web muncul sebagai suatu sistem hypertext yang sangat sederhana yang mendukung konsep global. XML merupakan teknologi hypertext yang pertama. Web banyak dikoneksikan dengan database untuk membuat suatu system informasi. Integrasi modul perangkat lunak yang luas diklien dan server dan teknik design berorientasi objek merupakan hal yang penting dalam &#8220;Melting pot Web&#8221;. Namun, ketiga aspek tersebut yang disebutkan tetap signifikan, tidak satupun dari tiga aspek diatas dapat menawarkan solusi yang memuaskan.</p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>2.WEB DESIGN</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Dari Segi Perspektif Evolusioner, awalnya Tim Berners-Lee ingin mengembangkan Web menjadi sederhana meskipun sistem Hypertext di seluruh dunia melalui Internet, dan ia terutama berfokus pada informasi tekstual. Dengan demikian, kegiatan penulis dan programmer bentrokan, atau terang-terangan berbicara, dunia seniman hits yang insinyur. Bagian 5.2.2 ke 5.2.5 dimulai dengan diskusi tentang aspek authoring dan bergerak melalui aspek perangkat lunak teknologi untuk kemudian mendiskusikan fitur-fitur umum dan manfaat mengintegrasikan kedua aspek, dan akhirnya melihat permasalahan yang ada atau baru dari integrasi ini.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>I. DESIGN INFORMASI: SEBUAH AKTIVITAS AUTHORING</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Bagian ini membedakan antara Era sebelum Web, Era HTML (dari kedatangan Web sampai 1997), dan era XML saat ini (W3C 1998). Awal Era HTML secara eksklusif terfokus pada Authoring. Hanya dokumen hypertext yang didukung, seperti namanya dari bahasa pemrograman apa yang disebut Web, HTML ( Hypertext Markup Language ) , menyarankan bahasa untuk petunjuk &#8211; atau tag &#8211; bertebaran di seluruh dokumen teks. Meskipun pada awalnya hanya dianggap HTML Aspek Authoring, itu merupakan langkah kebelakang dibandingkan dengan sistem hypertext populer bahkan dalam hal ini, dan bahkan berkaitan dengan fundamental visi dokumen eksploratif non-linear.  Popularitas web hanya mungkin berkat kesederhanaan dan ketersediaan seluruh dunia secara gratis. Beberapa kelemahan utama disebutkan secara singkat di bawah ini dalam sejauh mereka relevan dari perspektif design:</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>HTML</strong> dapat dimengerti sebagai bahasa (klasik) deskripsi dokumen dengan hypertext tag dicangkokkan pada. Hal ini menggoda orang untuk mengabaikan prinsip atomicity node; banyak &#8220;HTML&#8221; dokumen-dokumen (sebenarnya node) adalah beberapa halaman yang panjang, dan gagasan hypertext dasar membaca non-sekuensial hadir hanya rudimentarily atau dalam kasus luar biasa.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>HTML</strong> campuran aspek ortogonal seperti struktur hypertext (melalui tag untuk link dan jangkar), struktur dokumen (header, daftar, dll), dan tata letak (latar belakang warna, huruf miring, dll).</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>HTML</strong> adalah teks-sentris. Media lain sering terjadi hanya sebagai tujuan link (jalan buntu); banyak media jenis tersebut tidak didukung sebagai sumber link sama sekali atau telah hanya baru-baru ini</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Dukungan</strong> untuk struktur dan format dalam node ditingkatkan secara bertahap, sementara yang penting hypertext aspek, misalnya node, pengguna didefinisikan dan jenis link, link reverse, penyimpanan terpisah link dan node, anchor destiny  non-trivial, dll, masih hilang.</p>
<p style="text-align:justify;">Bersamaan dengan munculnya XML yang sangat besar,  jumlah &#8220;bahasa pemrograman sederhana&#8221;, yang didefinisikan sebagai XML-DTDs (XML baru-baru ini disebut skema), telah ditetapkan, termasuk bahasa untuk menggambarkan prosedur panggilan jarak jauh (SOAP), bahasa untuk menggambarkan transaksi keuangan (XML-EDI), counterpart untuk HTML (XHTML), Karena XML memungkinkan Anda secara resmi menjelaskan sintaks tetapi tidak semantik, browser modern dapat mengurai skema XML sewenang-wenang dan dokumen, tetapi mereka (Dasarnya) dapat mengeksekusi hanya XHTML. Kita dapat mengidentifikasi beberapa aturan dasar untuk design aplikasi web berbasis dokumen, yaitu untuk aspek authoring, dari pembahasan di atas:</p>
<p style="text-align:justify;">-  Meshes harus membentuk pusat design informasi.</p>
<p style="text-align:justify;">-  Dokumen konvensional harus dipecah menjadi simpul atom.</p>
<p style="text-align:justify;">-  Aspek-aspek seperti tata letak dan konten, simpul dan mesh, dll, harus  dipisahkan konseptual.</p>
<p style="text-align:justify;">-  Teknologi  yang  dipilih  harus  mendukung  konsep maju,  misalnya,   manajemen  link pusat,</p>
<p style="text-align:justify;">setidaknya dalam design, idealnya juga dalam sistem manajemen konten.</p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>II. DESIGN SOFTWARE: SEBUAH AKTIFITAS PEMROGRAMAN</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Terlepas dari bahasa yang digunakan untuk membuat halaman baru HTML, script atau program harus menawarkan pre-defined data struktur dan operasi untuk dapat menciptakan elemen khas HTML halaman, seperti header dari tingkat yang berbeda, paragraf, daftar, dan hal-hal lainnya, mengisinya dengan isi, dan meletakkannya bersama-sama (sebagai struktur pohon-jenis elemen). Hal ini hampir selalu didasarkan pada Document Object Model (DOM), yang telah didefinisikan secara konsisten sebagai versi HTML baru datang selama bertahun-tahun, dan yang tersedia dalam bahasa script atau bahasa pemrograman.</p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>3. PRESENTASI DESIGN</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Dalam design presentasi, &#8220;media designer&#8221; menentukan tampilan dan &#8211; untuk beberapa sejauh &#8211; struktur bagaimana isi multimedia disajikan. design modern mengikuti presentasi pemisahan konseptual konten aplikasi Web dan presentasi. Isi dari hasil aplikasi Web dari komposisi isi multimedia secara eksplisit dikembangkan pada sisi komponen dan isi implisit didefinisikan di sisi mesh. Ini berarti topi design presentasi yang baik memungkinkan kita untuk fleksibel beradaptasi presentasi untuk kebutuhan budaya, teknologi, dan berbagai kontekstual. Dalam perkembangannya Web tradisional,</p>
<p style="text-align:justify;">ini sering berarti bahwa ratusan atau bahkan ribuan dokumen HTML harus disesuaikan</p>
<p style="text-align:justify;">secara manual. Orang-orang yang terlibat dalam proses modifikasi dokumen HTML normal perlu untuk memiliki pengetahuan HTML. Meskipun alat yang sesuai dapat digunakan sampai batas tertentu, seringkali sebagian besar masih harus diubah secara manual. Ini berarti bahwa baik tidak mungkin atau sangat mahal untuk secara konsisten model semua isi yang lebih besar</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>4. INTERAKSI DESIGN</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Interaksi design menyangkut persimpangan visual, dinamis, fungsional, dan teknis unsur-unsur aplikasi Web. Tujuan utamanya adalah untuk menggabungkan unsur-unsur dan halus konflik antara mereka, dalam rangka untuk menawarkan pengguna yang menarik dan menarik serta konsisten dan mudah memahami pengalaman. Bagian ini menunjukkan pendekatan sistematis yang membagi interaksi aplikasi Web menjadi empat aspek: interaksi pengguna, antarmuka pengguna organisasi, navigasi, dan aktivitas pengguna.</p>
<p style="text-align:justify;">Interaksi design juga menangani hal-hal berikut :</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>User Interaksi</li>
<li>Pengorganisasian User Interface</li>
<li>Design Navigasi</li>
<li>Design Link Representation: The Anchor</li>
<li>Design Link Internals: The URL</li>
<li>Navigasi and Orientasi</li>
<li>Struktur Dialog untuk Aktifitas Kompleks</li>
<li>Interaksi dengan Teknologi dan Arsitektur</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>5. DESIGN FUNGSIONAL</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Rancangan fungsional juga harus mempertimbangkan aspek-aspek teknologi yang memiliki dampak yang kuat pada aplikasi Web dalam pengembangan. Kita harus mengamati commensurability kita berarti, tapi aplikasi kita harus diperluas, terukur, dan dipelihara, antara lain hal. kesulitan khusus terlihat dalam interaksi komponen. Web aplikasi seperti tickers berita biasanya dapat melakukannya tanpa dukungan transaksi, sementara toko-toko online mungkin harus peta fase banyak produk, dari konfigurasi di atas memerintahkan untuk memperbaiki. Transaksi ini membutuhkan dan alur kerja dukungan dan integrasi database warisan dan sistem perangkat lunak.</p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>6. PANDANGAN</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Stelah Masa PC yang disebut tidak lagi didominasi oleh satu kelas satu perangkat (PC), tetapi ditandai dengan sejumlah besar perangkat yang berbeda. Selama beberapa tahun ke depan, mobile perangkat akan sangat penting, seperti disebutkan di bagian 5.3.2. Oleh karena itu, supaya berkelanjutan, aplikasi web harus siap untuk tren ini hari ini, yaitu dengan mempertimbangkan dua konsep penting, yaitu, konteks kesadaran dan kemandirian perangkat, yang akan dibahasn dalam bagian 5.6.1 dan 5.6.2, masing-masing. Sejak pertama dari kedua konsep ini masih dalam Penelitian tahap, bagian 5.6.1 hanya akan menjelaskan aspek-aspek yang harus diperhatikan dalam design sadar konteks aplikasi Web. Bagian 5.6.3 eksklusif akan fokus untuk memberikan pandangan terhadap baru atau hilang konsep dalam rekayasa yang secara umum bisa mempromosikan keberlanjutan Web aplikasi di masa depan.</p>
<p style="text-align:justify;">Context Aware Applications adalah sebuah aplikasi yang membutuhkan pengetahuan khusus pengguna – pengguna konteks &#8211; untuk menyesuaikan secara optimal baik interaksi dan fungsinya. Selain itu, konteks kesadaran mengarah pada jenis baru dari aplikasi, misalnya, Location-Based Services (LBSs), untuk menyebutkan salah satu contoh. Tergantung pada lokasi, kita bisa, misalnya, menampilkan informasi disesuaikan</p>
<p><strong>SOA</strong></p>
<p>Service Oriented  Architecture atau SOA memungkinkan departemen IT untuk membuat suatu  transisi dari pendekatan aplikasi menuju pada suatu pendekatan proses  bisnis.<br /> SOA merupakan suatu arsitektur yang mendukung <em>loosely coupled services</em> untuk  memungkinkan suatu bisnis yang fleksibel dalam pertukaran informasi dan  penggunaan teknologi informasi. SOA terdiri dari kumpulan layanan bisnis  yang mendukung suatu pengkonfigurasian kembali realisasi end-to-end  bisnis proses yang fleksibel dan dinamis menggunakan deskripsi layanan  berbasis interface.</p>
<p><strong><em>SOE (Service Oriented Enterprise) Maturity  Models Level</em></strong></p>
<p>SOE Maturity Model merupakan suatu  model dari “SOA yang lebih menyeluruh” dan fokus dalam membawa ROI  (Return on Investment) untuk bisnis yang baik pada organisasi IT.  Berikut gambar SOE Maturity Model :</p>
<p><a href="http://1.bp.blogspot.com/_fd8f_2MsK5M/TMbAvsG6_CI/AAAAAAAAAIU/tskSbioyhA4/s1600/SOE.png"></a><a href="http://tesamsitompul.files.wordpress.com/2009/06/tesasoeimage1.png"><img class="aligncenter size-full wp-image-436" title="tesaSOEimage" src="http://tesamsitompul.files.wordpress.com/2009/06/tesasoeimage1.png?w=320&#038;h=198" alt="" width="320" height="198" /></a></p>
<p>Level 1 :</p>
<p>SOE  Foundation-initial mengatur indicator kunci performa, <em>end-to-end </em>bisnis  proses dan mengatur infrastruktur SOA. Ini mengartikan bahwa SOE bukan  hanya satu layer yang mendapatkan suatu dasar dari teknologi <em>web  service</em> akan tetapi ada tambahan dua layer yaitu <em>the enterprise  performance layer</em>, yang mengidentifikasikan sejumlah indikator kunci  performa dan <em>the business process management layer, </em>yang  mengidentifikasikan proses awal yang bergantung pada SOA/ESB layer untuk  menjaga suatu kualitas yang tinggi, performa yang tinggi, dan <em>reliable  integration </em>menggunakan layanan teknologi. Layer ini merupakan  hasil dari pengaturan awal terhadap tiga layer SOE di atasnya.</p>
<p>Level 2 :</p>
<p>SOE  Repetable projects-infra-focused. Pada level ini akan menentukan  arsitektur SOA, pada ESB (Enterprise Service Bus), dan implementasi dari  ESB. Level 2 ini memiliki penanganan yang baik pada identifikasi semua  ketergantungan terhadap (a) user bisnis, khususnya stakeholders dan  bisnis analis; (b) proses dan <em>rule</em> arsitek untuk mendesain dan  implementasi dari <em>policy</em>, prosedur, dan end-to-end bisnis proses  dan (c) infrastruktur arsitektur SOA untuk desain yang berorientasi pada  layanan dan standarisasinya. Metodologi pada level 2 ini dapat dimulai  dari pengukuran terhadap proses dan performa, dapat diperkirakan  keuntungannya dan dapat mulai membawa dan mengulang ROI untuk didesain  ulang yang berorientasi pada proses dan layanan. Jadi di sini akan  mengatur optimalisasi proses end-to-end ROI, termasuk KPI pada level  EPM, <em>business rules</em> dan proses pada level BPM dan mendasari level  ESB/SOA.</p>
<p>Level 3 :</p>
<p>SOE-extended enterprise-focused. Perluasan  komposisi dan integrasi perusahaan business-to-business, dengan <em>QoS  (Quality of Service) standards support</em> untuk proses bisnis  end-to-end. Implementasi dari proses yang mendasari layanan integrasi  lebih kompleks daripada proses <em>oriented</em>. Proses pada level ini  termasuk mengeksekusi secara internal dalam masing-masing <em>partner</em> bisnis. <em>Partner</em> bisnis dapat mendefinisikan dan menyebarkan  khoreografy yang kompleks dari proses-prosesnya. Masing-masing memiliki  mesin proses internal sendiri. Perluasan enterprise akan dapat  mengeksekusi proses end-to-end secara kuat termasuk pertukaran informasi  dalam konteks proses internal.</p>
<p>Level 4 :</p>
<p>SOE-solution  focused. Berfokus pada solusi horizontal dan vertikal yang membantu <em>enterprise</em> secara cepat dalam membangun dan menyebarkan solusi pelanggan. <em>Solution  framework</em> pada dasarnya merupakan suatu fondasi yang dapat  mempercepat <em>life cycle of projects</em> secara keseluruhan oleh SOE.  Solution framework terdapat (a) <em>predefined best-practice business  process templates</em> (b) <em>predefined best-practice information model  definitions</em>; (c) <em>redefined best-practice rules</em> dalam kategori  yang berbeda seperti <em>declarative expressions</em>, <em>declarative  decision</em>, <em>event rules</em> dan <em>constrains</em>; dan (d) <em>predefined  service intergration</em> dengan <em>back-end</em> atau <em>trading partner  organization</em>. Pada level 4 ini, ahli teknik telah menghasilkan <em>best  practices</em> untuk digunakan kembali pendefinisian solusi yang sudah  ada dan menentukan area mana yang butuh di buat alternatife  skesifikasinya dan perluasannya. Ini pada dasarnya merupakan pendekatan  yang berbeda dan lebih dewasa untuk mengembangkan suatu solusi. SOA dan  sistem BPM adalah layer inti horisontal. Pada level ini, bukan hanya  arsitektur best practice dan solusi tetapi juga menurun/vertical sebagus  solusi horisontal yang memiliki komponen <em>predefined</em> yang dapat  berpengaruh terhadap <em>service integration</em> dan otomatisasi proses  bisnis.</p>
<p>Level 5 :</p>
<p>SOE-performance, agility, and intelligence  focused: Ini berkaitan pada fitur-fitur yang lebih maju dari SOE. Ini  merupakan optimasi, dan kemampuan yang ada secara cepat turun dari level  KPI (Key Performance Indicator) yang tinggi pada proses, partisipasi  atau <em>service deployed</em> dalam dasar infrastruktur. Sistem dapat  juga menyarankan optimalisasi dan menyediakan kemampuan untuk  memprediksi peningkatan nilai KPI. Fitur-fitur lain pada level 5 :</p>
<p>Membangun <em>service</em>, proses dan <em>policy</em> asstes : Pada level maturity ini kemampuan hadir untuk  mengorganisasikan bisnis proses, bisnis <em>rules</em> integrasi, dan  semua aspek yang lain dari partisipasi, back-end service, atau layanan  perdagangan partner dipilih dan dieksekusi. Proses, rules, dan fasilitas  yang terintegrasi diperlakukan sebagai asset perusahaan, dimana dapat  secara mudah digunakan dan dispesialisasikan. Sistem menyediakan  pemisahan dari apa yang dimaksudkan untuk diterima dalam solusi khusus  melawan bagaimana untuk mendapatkannya, untuk contohnya, service mana  yang harus diminta, <em>trading partner</em> mana yang digunakan, proses  mana yang aktif, manusia mana yang berpartisipasi untuk diberikan tugas.</p>
<p><em>Dynamic discovery</em> : Pada level maturity ini, akan ada penemuan  yang dinamis dari layanan. Sekarang kita dapat secara semantic menemukan  layanan lain dan terkadang bahkan dapat membawa negosiasi otomatis,  pelelangan dan kemudian akses terhadap layanan. Pengikatan terhadap  penyedia layanan bersifat dinamis. Pada level ini, pendesain fokus pada  tipe layanan, mengukurnya melalui properties atau <em>meta-data</em> dari  layanan. Sistem ini memperhitungkan layanan terbaik yang harus diminta. <em>Dynamic  discovery</em> dan kemudian yang berikutnya mengikat dengan registrasi  inti, penemuan dan perubahan dari permintaan / jawaban dari apa yang  telah diilustrasikan.</p>
<p><em><span style="text-decoration:underline;">Benefit And Implementation of SOA</span></em><em><span style="text-decoration:underline;"> </span></em></p>
<p>SOA  menyediakan manfaat dalam 4 kategori dasar :</p>
<ul>
<li>Mengurangi biaya integrasi</li>
<li>Meningkatkan penggunaan aset</li>
<li>Meningkatkan  <em>business agility</em></li>
<li>Pengurangan resiko bisnis</li>
</ul>
<p>Prinsip-prinsip yang direkomendasikan ketika  mengimplementasikan SOA :</p>
<ol>
<li>Mendokumentasikan  proses bisnis. Dapat secara <em>bottom up atau top down</em>, ketersediaan  dari dokumentasi proses bisnis adalah kritis dalam penyampaian SOA  melalui Aplikasi berbasis Web Services</li>
<li>SOA mengimplementasikan evolusi yang  dimulai dari seorang pilot, menyampaikan nilai bisnis dan penambahan  secara menaik</li>
<li>Implementasi SOA harus didasarkan  pada <em>loosely coupled services</em> yang menyediakan fleksibelitas yang  tinggi dan penurunan biaya secara terus menerus karena <em>reuse and  lower maintenance</em></li>
<li>Pelayanan harus memiliki interface  standar yang rela untuk memungkinkan <em>seamless integration</em> dan <em>interoperability</em> dengan layanan yang lain</li>
<li>Bisnis mengendalikan <em>services</em>,  dan <em>services</em> mengendalikan teknologi</li>
<li>Pokok dari SOA ialah <em>business  agility</em></li>
</ol>
<p>CodeIgniter</p>
<p><strong>Apakah CodeIgniter itu?</strong></p>
<p>CodeIgniter adalah sebuah framework yang  menerapkan konsep Model-View-Controller (MVC) sebagai pola didalam  mengembangkan aplikasi berbasis PHP. Dengan pola MVC ini memungkinkan  developer untuk mengorganisir file-file untuk membangun aplikasi.</p>
<p>CodeIgniter berisi banyak  sekali instant library yang memudahkan seorang programmer PHP didalam  membangun aplikasi sehingga walaupun aplikasinya besar, seorang  programmer tidak perlu mendefinisikan library-library tersebut dari  awal. Sebagai contoh jika kita ingin membuat sebuah fungsi database  untuk memunculkan list data dari sebuah table dengan query ‘SELECT’,  maka kita hanya tinggal memanggil library yang sudah disediakan dan  selebihnya akan dikerjakan oleh CodeIgniter.</p>
<p><strong>Memahami arsitektur URL pada CI</strong></p>
<p>Pertama kali anda mengakses CodeIgniter melalui  URL <strong>http://localhost/CodeIgniter</strong> maka browser anda akan  menampilkan halaman welcome. Sama saja jika anda mengaksesnya melalui  URL <strong>http://localhost/CodeIgniter/index.php</strong>, maka di layar browser  masih menghasilkan layar welcome tersebut. Ini berarti halaman welcome  tersebut sudah diset sebagai halaman defaultnya. Tetapi coba anda akses  melalui URL <strong>http://localhost/CodeIgniter/index.php/welcome</strong>, maka  layar browser masih akan menampilkan halaman welcome. Nah lho.. Disini  bisa saya jelaskan bahwa arsitektur URL pada CI memiliki arti sebagai  berikut :</p>
<p><strong>http://nama_domain_situs/index.php/nama_controller/nama_method/parameter_method</strong></p>
<p>Jadi URL <strong>http://localhost/CodeIgniter/index.php/welcome</strong> berarti anda sedang menjalankan sebuah controller bernama welcome dan  method bernama index. Sedangkan jika nama_method nya tidak diisi maka  secara otomatis CodeIgniter akan menjalankan method bernama index. Untuk  lebih jelasnya coba anda buka file welcome.php didalam folder system ‘<em>/application/controller/</em>‘,  maka anda akan temukan sintaks sebagai berikut :</p>
<p>class Welcome extends  Controller</p>
<pre>{    function Welcome()    {        parent::Controller();    }

    function index()    {        $this-&gt;load-&gt;view('welcome_message');    }}</pre>
<p>Jika anda sudah pernah mempelajari konsep OOP  pada PHP mungkin anda sudah mengerti maksud sintaks diatas. Jadi  sebenarnya setiap controller pada CI berbentuk object atau class yang  diturunkan dari sebuah class bernama Controller. Fungsi <strong>Welcome()</strong> merupakan fungsi constructor dari sebuah class bernama <strong>Welcome</strong>.  Selanjutnya kita perlu memperhatikan fungsi/method<strong> index()</strong>.  Method <strong>index()</strong> inilah yang dijalankan secara otomatis walaupun  kita tidak menuliskannya didalam URL. Tetapi coba saja anda akses URL  tadi dengan ditambahkan nama method sehingga menjadi seperti ini : <strong>http://localhost/CodeIgniter/index.php/welcome/index</strong> , pasti anda akan mendapatkan hasil yang sama.</p>
<p style="text-align:left;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:left;"><strong>Hypertext</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Hypertext adalah Teks yang mempunyai kaitan pada bagian yang lain.<br /> Hypertext pada dunia internet juga merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan.<br /> Bahkan Tim Berners-Lee membuat standar dokumen dengan nama HTML dan protokol yang digunakan dengan nama HTTP, dimana huruf H tersebut merupakan singkatan dari hypertext.</p>
<p style="text-align:justify;">HTML (Hyper Text Markup Language) adalah bahasa yang digunakan untuk  menulis web. Bahasa ini digunakan tanpa tergantung dari suatu platform  apapun, dapat digunakan diseluruh platform apapun. Ciri utama dari HTML  adalah adanya tag dan elemen. Elemen dalam dokumen HTML dikatagorikan  menjadi dua yaitu elemen &lt;HEAD&gt; yang berfungsi memberikan  informasi tentang dokumen tersebut dan elemen &lt;BODY&gt; yang  menentukan bagaimana isi suatu dokumen ditampilkan di dalam browser.  Sedangkan tag dinyatakan dengan tanda lebih kecil ”&lt;” (tag awal) dan  lebih besar ”&gt;” (tag akhir). Dalam penggunaannya sebagian kode HTML  tersebut harus terletak diantara tag kontainer, yaitu diawali dengan  &lt;nametag&gt; dan diakhiri dengan &lt;/nametag&gt; (terdapat tanda  ”/”). Untuk membuat dokumen diperlukan program penyutingan teks  (Noteped, gedit, nano, pico,dll), dan suatu program browser (google  chrome ataupun mozilla firefox). <em><strong>Selain itu juga ternyata  HTML merupakan metode penyimpanan informasi dalam format non linear yang  sangat memberikan akses browsing atau internet secara random.</strong></em> Dokumen, file ataupun data dapat berada pada lokal area, maupun berada  pada tempat manapun atau terdapat juga di server-server. Dan dari  Hypertext sendiri yang dalam pengimplementasiannya yaitu World Wide Web.</p>
<p>Hypertext</p>
<ul>
<li>Penyimpanan informasi dalam format linear tidak banyak      mendukung pengaksesan informasi secara random dan browsing asosiatif.</li>
<li>Hypertext merupakan metode penyimpanan informasi dalam format non-linear  yang memungkinkan akses atau browsing secara non-linear atau random</li>
</ul>
<p><strong>Disorentation</strong></p>
<p>Disorientation mempunyai ikatan erat dengan masalah navigasi, problem disorientation pada tulisan ini menjelaskan bahwa user tidak mengetahui cara untuk mengakses hypertext dan yang lebih membingungkan lagi ketika mengetahui tata ruang dari frame dalam jaringan hypertext tersebut.<br /> Untuk mengurangi masalah disorientation dapat dilakukan hal-hal sebagai berikut:</p>
<ul>
<li> Menghilangkan artikel yang membosankan</li>
<li> Menggunakan penunjuk arah</li>
<li> Menghindari rantai link yang panjang</li>
<li> Hendaknya terdapat tombol &#8220;Home&#8221; atau screen Utama ataupun automatic backtracking.</li>
</ul>
<p><strong>Cognitive Overload</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Cognitive Overload merupakan beban yang berlebihan pada Hypertext, seperti terlalu banyaknya link yang dapat mempersulit user sehingga dapat menimbulkan ketidaksenangan user dalam menggunakan aplikasi web.<br /> Masalah Cognitive Overload dapat dikurangi dengan :</p>
<ul>
<li>Menyediakan fasilitas Pencarian (Searching)</li>
<li> Menyediakan fungsi help untuk Aplikasi Web</li>
<li> Menyediakan Glosarium untuk istilah yang mungkin tidak familier</li>
<li> Mengurangi bilangan Hypertext pada suatu simpul (Node).</li>
</ul>
<p style="text-align:center;"><a href="http://tesamsitompul.files.wordpress.com/2009/06/suramadu-bridge-by-tesa-m-sitompul.jpg"><img title="Suramadu Bridge by  Tesa M Sitompul" src="http://tesamsitompul.files.wordpress.com/2009/06/suramadu-bridge-by-tesa-m-sitompul.jpg?w=717&#038;h=387" alt="Suramadu Bridge by Tesa M Sitompul" width="717" height="387" /></a></p>
<p><a href="http://www.facebook.com"><img class="size-full wp-image-296 alignleft" title="facebook" src="http://tesamsitompul.files.wordpress.com/2009/06/facebook.png?w=46&#038;h=47" alt="" width="46" height="47" /></a><a href="http://twitter.com/"><img class="size-full wp-image-297 alignleft" title="twitter" src="http://tesamsitompul.files.wordpress.com/2009/06/twitter.png?w=46&#038;h=47" alt="" width="46" height="47" /></a><a href="http://wordpress.com/"><img class="size-full wp-image-300 alignleft" title="wordpress" src="http://tesamsitompul.files.wordpress.com/2009/06/wordpress1.png?w=46&#038;h=47" alt="" width="46" height="47" /></a><a href="http://www.blogspot.com/"><img class="size-full wp-image-302 alignleft" title="blogspot" src="http://tesamsitompul.files.wordpress.com/2009/06/blogspot.png?w=46&#038;h=47" alt="" width="46" height="47" /></a><a href="http://www.friendster.com/"><img class="size-full wp-image-304 alignleft" title="friendster" src="http://tesamsitompul.files.wordpress.com/2009/06/friendster.png?w=46&#038;h=47" alt="" width="46" height="47" /></a><a href="http://www.rss.com/"><img class="size-full wp-image-307 alignleft" title="rss" src="http://tesamsitompul.files.wordpress.com/2009/06/rss.png?w=46&#038;h=47" alt="" width="46" height="47" /></a><a href="http://www.kompas.com/"><img class="size-full wp-image-310 alignleft" title="kompasiana" src="http://tesamsitompul.files.wordpress.com/2009/06/kompasiana.png?w=46&#038;h=47" alt="" width="46" height="47" /></a><a href="http://translate.google.co.uk/?hl=en&amp;tab=wT#id|de|"><img class="size-full wp-image-314 alignleft" title="googletranslate" src="http://tesamsitompul.files.wordpress.com/2009/06/googletranslate1.png?w=94&#038;h=46" alt="" width="94" height="46" /></a><a href="http://www.4shared.com/"><img class="size-full wp-image-316 alignleft" title="4shared" src="http://tesamsitompul.files.wordpress.com/2009/06/4shared.png?w=46&#038;h=47" alt="" width="46" height="47" /></a><a href="http://www.youtube.com/"><img class="size-full wp-image-317 alignleft" title="youtube" src="http://tesamsitompul.files.wordpress.com/2009/06/youtube.png?w=94&#038;h=46" alt="" width="94" height="46" /></a><a href="http://koprol.com/"><img class="size-full wp-image-324 alignleft" title="koprol" src="http://tesamsitompul.files.wordpress.com/2009/06/koprol.png?w=23&#038;h=47" alt="" width="23" height="47" /></a></p>
<div>
<div>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
</div>
</div>
<p>Finally, the longest bridge in Indonesia and Southeast  Asia&#8217;s longest has been completed. Opening  his own place on June 10, 2009 which was inaugurated by the President  of the Republic of Indonesia is Susilo Bambang Yudhoyono, smoothly and  without hitch means.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span id="more-20"></span></strong>Bridge will link the city of Surabaya in Java and  Madura Island City Bangkalan that stretches across 5.4 kilometers, the  existence of the bridge is expected to expedite the movement of goods  and services in improving the economy also became an icon of change for  Madura. This project will be expected to  carve a new history in the development of transportation in Indonesia,  because for the first time built a bridge connecting the two islands, as  well as become the longest bridge in Indonesia.</p>
<p>Bridge stretches across the Madura Strait along the  5.4 km. consists of the Causeway along  the 1.4 km to the Surabaya and 1.8 km for the Madura. Bridge Approach, respectively &#8211; each over 672 m on  both sides and the main bridge that stretches across 818 m.</p>
<p>Suramadu development itself is not without obstacles,  at the time of its construction many faced problems classic like funds  and fatalities due to negligence in the workplace. Not to mention the opposition that emerged from here and there  who question the negative impact of this longest bridge construction. But all was not strong enough to defeat the splendor  of the Bridge.</p>
<div id="gallery-1">
<ul>
<p style="text-align:justify;"><!--more--><!--more-->My Hope : I hope this bridge will bring prosperity to  all parties and their respective regions. Given this Suramadu hopefully increasingly small gap between  the Madurese and Javanese general, and hopefully Suramadu to assist the  development of the island of Madura Island into a forward in various  fields of social sciences and technology<span style="font-size:12pt;"><strong><!--more--></strong></span></p>
</ul>
<p><span style="font-size:12pt;">
<dl><strong>
<dt> </dt>
<p> </strong>
<p><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong></p>
</dl>
<p>&nbsp;</p>
<p></span><span style="font-size:12pt;">
<dl><strong>
<dt> </dt>
<p> </strong>
<p><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong></p>
</dl>
<p>&nbsp;</p>
<p></span><span style="font-size:12pt;">
<dl><strong>
<dt> </dt>
<p> </strong>
<p><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong></p>
</dl>
<p>&nbsp;</p>
<p></span><span style="font-size:12pt;">
<dl><strong>
<dt> </dt>
<p> </strong>
<p><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong></p>
</dl>
<p>&nbsp;</p>
<p></span><span style="font-size:12pt;">
<dl><strong>
<dt> </dt>
<p> </strong>
<p><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong></p>
</dl>
<p>&nbsp;</p>
<p></span><span style="font-size:12pt;">
<dl><strong>
<dt> </dt>
<p> </strong>
<p><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong></p>
</dl>
<p>&nbsp;</p>
<p></span><span style="font-size:12pt;">
<dl><strong>
<dt> </dt>
<p> </strong>
<p><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong></p>
</dl>
<p>&nbsp;</p>
<p></span><span style="font-size:12pt;">
<dl><strong>
<dt> </dt>
<p> </strong>
<p><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong></p>
</dl>
<p><strong> </strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p></span></p>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tesamsitompul.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tesamsitompul.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tesamsitompul.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tesamsitompul.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tesamsitompul.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tesamsitompul.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tesamsitompul.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tesamsitompul.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tesamsitompul.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tesamsitompul.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tesamsitompul.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tesamsitompul.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tesamsitompul.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tesamsitompul.wordpress.com/20/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tesamsitompul.wordpress.com&amp;blog=8288757&amp;post=20&amp;subd=tesamsitompul&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tesamsitompul.wordpress.com/2009/06/24/suramadubridge/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/72f2f0d7c7a949a920c713ea5149efcc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tesamsitompul</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tesamsitompul.files.wordpress.com/2009/06/ea-sports1.png" medium="image">
			<media:title type="html">EA Sports</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tesamsitompul.files.wordpress.com/2009/06/softpedia.png" medium="image">
			<media:title type="html">softpedia</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tesamsitompul.files.wordpress.com/2009/06/jquery.png" medium="image">
			<media:title type="html">jquery</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tesamsitompul.files.wordpress.com/2009/06/w3.png" medium="image">
			<media:title type="html">w3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tesamsitompul.files.wordpress.com/2009/06/ajax13.png" medium="image">
			<media:title type="html">ajax</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tesamsitompul.files.wordpress.com/2009/06/trunojoyo.png" medium="image">
			<media:title type="html">trunojoyo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tesamsitompul.files.wordpress.com/2009/06/mootools.png" medium="image">
			<media:title type="html">mootools</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tesamsitompul.files.wordpress.com/2009/06/linux1.png" medium="image">
			<media:title type="html">linux</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tesamsitompul.files.wordpress.com/2009/06/microsoft.png" medium="image">
			<media:title type="html">microsoft</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tesamsitompul.files.wordpress.com/2009/06/apple1.png" medium="image">
			<media:title type="html">apple</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tesamsitompul.files.wordpress.com/2009/06/tesasoeimage1.png" medium="image">
			<media:title type="html">tesaSOEimage</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tesamsitompul.files.wordpress.com/2009/06/suramadu-bridge-by-tesa-m-sitompul.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Suramadu Bridge by  Tesa M Sitompul</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tesamsitompul.files.wordpress.com/2009/06/facebook.png" medium="image">
			<media:title type="html">facebook</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tesamsitompul.files.wordpress.com/2009/06/twitter.png" medium="image">
			<media:title type="html">twitter</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tesamsitompul.files.wordpress.com/2009/06/wordpress1.png" medium="image">
			<media:title type="html">wordpress</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tesamsitompul.files.wordpress.com/2009/06/blogspot.png" medium="image">
			<media:title type="html">blogspot</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tesamsitompul.files.wordpress.com/2009/06/friendster.png" medium="image">
			<media:title type="html">friendster</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tesamsitompul.files.wordpress.com/2009/06/rss.png" medium="image">
			<media:title type="html">rss</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tesamsitompul.files.wordpress.com/2009/06/kompasiana.png" medium="image">
			<media:title type="html">kompasiana</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tesamsitompul.files.wordpress.com/2009/06/googletranslate1.png" medium="image">
			<media:title type="html">googletranslate</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tesamsitompul.files.wordpress.com/2009/06/4shared.png" medium="image">
			<media:title type="html">4shared</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tesamsitompul.files.wordpress.com/2009/06/youtube.png" medium="image">
			<media:title type="html">youtube</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tesamsitompul.files.wordpress.com/2009/06/koprol.png" medium="image">
			<media:title type="html">koprol</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Memantau Topologi dan Traffik Jaringan Hanya Melalui Gambar</title>
		<link>http://tesamsitompul.wordpress.com/2009/06/24/memantau-topologi-dan-traffik-jaringan-hanya-melalui-gambar/</link>
		<comments>http://tesamsitompul.wordpress.com/2009/06/24/memantau-topologi-dan-traffik-jaringan-hanya-melalui-gambar/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Jun 2009 06:56:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tesamsitompul</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tesamsitompul.wordpress.com/?p=17</guid>
		<description><![CDATA[Landmap adalah tools yang sangat membantu Anda untuk mengetahui topologi dan analisis traffik pada jaringan atau network. Kehebatan tools ini adalah membuat gambar / image tentang kinerja jaringan LAN anda. lebih hebatnya lagi gambar tersebut dapat kita update sesuai kebutuhan kita. sehingga kita tidak perlu pusing-pusing untuk menggambarkan topologi dan traffik pada jarinagn atau network [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tesamsitompul.wordpress.com&amp;blog=8288757&amp;post=17&amp;subd=tesamsitompul&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://3rr0r.wordpress.com/"><img class="size-full wp-image-389 alignleft" title="Intel Celeron" src="http://tesamsitompul.files.wordpress.com/2009/06/intel-celeron.png?w=46&#038;h=47" alt="" width="46" height="47" /></a><a href="http://rosidavn.wordpress.com/"><img class="size-full  wp-image-403 alignleft" title="Intel Pentium Dual Core" src="http://tesamsitompul.files.wordpress.com/2009/06/intel-pentium-dual-core.png?w=46&#038;h=47" alt="" width="46" height="47" /></a><a href="http://noorifada.wordpress.com/"><img class="size-full  wp-image-378 alignleft" title="Intel Atom" src="http://tesamsitompul.files.wordpress.com/2009/06/intel-atom.png?w=46&#038;h=47" alt="" width="46" height="47" /></a><a href="http://zheira83.wordpress.com/"><img class="size-full  wp-image-402 alignleft" title="Intel Celeron Dual Core" src="http://tesamsitompul.files.wordpress.com/2009/06/intel-celeron-dual-core.png?w=46&#038;h=47" alt="" width="46" height="47" /></a><a href="http://rotyyu.wordpress.com/"><img class="size-full  wp-image-405 alignleft" title="Intel Pentium Extreme" src="http://tesamsitompul.files.wordpress.com/2009/06/intel-pentium-extreme.png?w=46&#038;h=47" alt="" width="46" height="47" /></a><a href="http://achmadyasid.wordpress.com/"><img class="size-full  wp-image-386 alignleft" title="Intel Centrino Atom" src="http://tesamsitompul.files.wordpress.com/2009/06/intel-centrino-atom.png?w=46&#038;h=47" alt="" width="46" height="47" /></a><a href="http://abdullahbasuki.wordpress.com/"><img class="size-full  wp-image-399 alignleft" title="Intel Core Duo" src="http://tesamsitompul.files.wordpress.com/2009/06/intel-core-duo.jpg?w=46&#038;h=47" alt="" width="46" height="47" /></a><a href="http://fsolihin.wordpress.com/"><img class="size-full   wp-image-381 alignleft" title="Intel Core 2 Duo" src="http://tesamsitompul.files.wordpress.com/2009/06/intel-core-2-duo.png?w=46&#038;h=47" alt="" width="46" height="47" /></a><a href="http://yonathanferry.wordpress.com/"><img class="size-full wp-image-393  alignleft" title="Intel Core 2 Extreme" src="http://tesamsitompul.files.wordpress.com/2009/06/intel-core-2-extreme.png?w=46&#038;h=47" alt="" width="46" height="47" /></a><a href="http://kautsarsophan.wordpress.com/"><img class="size-full  wp-image-397 alignleft" title="Intel Centrino Duo" src="http://tesamsitompul.files.wordpress.com/2009/06/intel-centrino-duo.png?w=46&#038;h=47" alt="" width="46" height="47" /></a><a href="http://wahyudisetiawan.wordpress.com/"><img class="size-full wp-image-391 alignleft" title="Intel Core i5" src="http://tesamsitompul.files.wordpress.com/2009/06/intel-core-i5.png?w=46&#038;h=47" alt="" width="46" height="47" /></a><a href="http://komputasi.wordpress.com/"><img class="size-full  wp-image-383 alignleft" title="Intel Core i7" src="http://tesamsitompul.files.wordpress.com/2009/06/intel-core-i7.png?w=46&#038;h=47" alt="" width="46" height="47" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">
<div>
<div>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;"><strong><a href="http://tesamsitompul.files.wordpress.com/2009/06/lan-tesa2.jpg"><img title="Local Area Network -  Tesa" src="http://tesamsitompul.files.wordpress.com/2009/06/lan-tesa2.jpg?w=301&#038;h=245" alt="Local Area Network - Tesa" width="301" height="245" /></a></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Landmap adalah tools yang sangat membantu Anda untuk mengetahui topologi dan analisis traffik pada jaringan atau network.<span id="more-17"></span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> Kehebatan tools ini adalah membuat gambar / image tentang kinerja jaringan LAN anda. lebih hebatnya lagi gambar tersebut dapat kita update sesuai kebutuhan kita. sehingga kita tidak perlu pusing-pusing untuk menggambarkan topologi dan traffik pada jarinagn atau network kita karena sudah ada lanmap.</strong></p>
</div>
</div>
<p style="text-align:justify;"><strong>Untuk instalasinya cukup mudah, ikuti saja ini:</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>$ sudo apt-get install lanmap</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>$ lanmap -r 2 -i eth0 -T png -o Desktop/</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>perintah diatas memiliki arti:</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>-r : merupakan waktu yang dibutuhkan untuk update scanning jaringan<br />
-i : merupakan interface yang digunakan ( tergantung pada device anda eth0,eth1,ath0,dst)<br />
-T : merupakan tipe image yang dihasilkan ( png,jpg,dst )<br />
-o : merupakan perintah output yaitu nama tempat file gambar lanmap diletakkan</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>prakteknya nih:</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><a href="http://liyantanto.files.wordpress.com/2009/06/1.png"><img title="1" src="http://liyantanto.files.wordpress.com/2009/06/1.png?w=300&#038;h=225&#038;h=225" alt="1" width="300" height="225" /></a>hasil lanmapnya:</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><a href="http://liyantanto.files.wordpress.com/2009/06/lanmap1.png"><img title="lanmap" src="http://liyantanto.files.wordpress.com/2009/06/lanmap1.png?w=300&#038;h=264&#038;h=264" alt="lanmap" width="300" height="264" /><!--more--></a></strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tesamsitompul.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tesamsitompul.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tesamsitompul.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tesamsitompul.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tesamsitompul.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tesamsitompul.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tesamsitompul.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tesamsitompul.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tesamsitompul.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tesamsitompul.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tesamsitompul.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tesamsitompul.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tesamsitompul.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tesamsitompul.wordpress.com/17/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tesamsitompul.wordpress.com&amp;blog=8288757&amp;post=17&amp;subd=tesamsitompul&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tesamsitompul.wordpress.com/2009/06/24/memantau-topologi-dan-traffik-jaringan-hanya-melalui-gambar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/72f2f0d7c7a949a920c713ea5149efcc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tesamsitompul</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tesamsitompul.files.wordpress.com/2009/06/intel-celeron.png" medium="image">
			<media:title type="html">Intel Celeron</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tesamsitompul.files.wordpress.com/2009/06/intel-pentium-dual-core.png" medium="image">
			<media:title type="html">Intel Pentium Dual Core</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tesamsitompul.files.wordpress.com/2009/06/intel-atom.png" medium="image">
			<media:title type="html">Intel Atom</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tesamsitompul.files.wordpress.com/2009/06/intel-celeron-dual-core.png" medium="image">
			<media:title type="html">Intel Celeron Dual Core</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tesamsitompul.files.wordpress.com/2009/06/intel-pentium-extreme.png" medium="image">
			<media:title type="html">Intel Pentium Extreme</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tesamsitompul.files.wordpress.com/2009/06/intel-centrino-atom.png" medium="image">
			<media:title type="html">Intel Centrino Atom</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tesamsitompul.files.wordpress.com/2009/06/intel-core-duo.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Intel Core Duo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tesamsitompul.files.wordpress.com/2009/06/intel-core-2-duo.png" medium="image">
			<media:title type="html">Intel Core 2 Duo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tesamsitompul.files.wordpress.com/2009/06/intel-core-2-extreme.png" medium="image">
			<media:title type="html">Intel Core 2 Extreme</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tesamsitompul.files.wordpress.com/2009/06/intel-centrino-duo.png" medium="image">
			<media:title type="html">Intel Centrino Duo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tesamsitompul.files.wordpress.com/2009/06/intel-core-i5.png" medium="image">
			<media:title type="html">Intel Core i5</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tesamsitompul.files.wordpress.com/2009/06/intel-core-i7.png" medium="image">
			<media:title type="html">Intel Core i7</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tesamsitompul.files.wordpress.com/2009/06/lan-tesa2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Local Area Network -  Tesa</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://liyantanto.files.wordpress.com/2009/06/1.png?w=300&#38;h=225" medium="image">
			<media:title type="html">1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://liyantanto.files.wordpress.com/2009/06/lanmap1.png?w=300&#38;h=264" medium="image">
			<media:title type="html">lanmap</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Rounded corners menggunakan CSS</title>
		<link>http://tesamsitompul.wordpress.com/2009/06/24/rounded-corners-menggunakan-css/</link>
		<comments>http://tesamsitompul.wordpress.com/2009/06/24/rounded-corners-menggunakan-css/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Jun 2009 06:43:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tesamsitompul</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tesamsitompul.wordpress.com/?p=15</guid>
		<description><![CDATA[Suatu ketika saya berpikir, kenapa kok bentuk layout itu kok hanya persegi dimana tiap sudutnya lancip?kenapa sudutnya itu melengkung mungkin akan lebih menari!!!Kemudian muncul istilah rounded corners, apa itu rounded corners?fungsinya seperti apa? akhirnya saya menemukan jawabannya. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar di bawah ini: Kita dapat melihat bahwa setiap sudutnya memiliki lengkungan yang rapi. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tesamsitompul.wordpress.com&amp;blog=8288757&amp;post=15&amp;subd=tesamsitompul&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<div>
<p style="text-align:justify;"><strong>Suatu ketika saya berpikir, kenapa kok bentuk layout itu kok hanya persegi dimana tiap sudutnya lancip?kenapa sudutnya itu melengkung mungkin akan lebih menari!!!Kemudian muncul istilah rounded corners, apa itu rounded corners?fungsinya seperti apa? akhirnya saya menemukan jawabannya. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar di bawah ini:</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><img title="ccs_test1" src="http://liyantanto.files.wordpress.com/2009/05/ccs_test1.jpg?w=475&#038;h=76&#038;h=76" alt="ccs_test1" width="475" height="76" /></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-15"></span><strong>Kita dapat melihat bahwa setiap sudutnya memiliki lengkungan yang rapi. Biasanya untuk membuat l<a title="Lihat" rel="#someid0" href="http://phiandkit.wordpress.com/2008/08/19/membuat-lengkungan-di-menu/" target="_blank">engkungan tersebut kita juga dapat menggunakan gambar (image)</a>, namun kita dapat membuat rounded corners tersebut dengan hanya menggunakan CSS. Bagaimana caranya? ikuti langkah-langkah berikut ini.</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Inilah kehebatan dari CSS, dengan hanya menggunakan tag elemen HTML b dengan CSS diatur agar berupa blok (display:block) dan membuat warna latar belakang blok tersebut sesuai dengan halaman web kemudian memanipulasi posisinya dengan menggunakan margin.</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Yang pertama kita lakukan adalah membuat pengaturan div untuk halaman dan judul serta paragraf:</strong></p>
<div>
<div>
<div><a href="http://liyantanto.wordpress.com/2009/05/05/rounded-corners-menggunakan-css/#">view plain</a><a href="http://liyantanto.wordpress.com/2009/05/05/rounded-corners-menggunakan-css/#">copy to clipboard</a><a href="http://liyantanto.wordpress.com/2009/05/05/rounded-corners-menggunakan-css/#">print</a><a href="http://liyantanto.wordpress.com/2009/05/05/rounded-corners-menggunakan-css/#">?</a></div>
</div>
<ol>
<li><span><span>&lt;b&gt;</span><span>#page</span><span>-wraper { </span></span></li>
<li><span> <span>margin-top</span><span>:</span><span>10px</span><span>; </span></span></li>
<li><span> <span>margin-left</span><span>:</span><span>20px</span><span>; </span></span></li>
<li><span> <span>margin-right</span><span>:</span><span>20px</span><span>; </span></span></li>
<li><span> <span>margin-bottom</span><span>:</span><span>10px</span><span>; </span></span></li>
<li><span> <span>height</span><span>:</span><span>auto</span><span>; </span></span></li>
<li><span> <span>padding</span><span>:</span><span>auto</span><span>; </span></span></li>
<li><span> <span>background-position</span><span>:</span><span>bottom</span><span>; </span></span></li>
<li><span> <span>width</span><span>:</span><span>730px</span><span>; </span></span></li>
<li><span> } </span></li>
<li><span> <span>#page</span><span>-bg { </span></span></li>
<li><span> <span>margin</span><span>:</span><span>0px</span><span>; </span></span></li>
<li><span> <span>background</span><span>:</span><span>transparent</span><span>; </span></span></li>
<li><span> } </span></li>
<li><span> <span>#bungku</span><span>s { </span></span></li>
<li><span> <span>height</span><span>:</span><span>auto</span><span>; </span></span></li>
<li><span> <span>margin</span><span>:</span><span>0px</span><span>; </span></span></li>
<li><span> <span>padding</span><span>:</span><span>10px</span><span>; </span></span></li>
<li><span> <span>color</span><span>:</span><span>#FFF</span><span>; </span></span></li>
<li><span> <span>background</span><span>:</span><span>#feeed9</span><span>; </span></span></li>
<li><span> } </span></li>
<li><span> .site<span>1</span><span>, .site</span><span>2</span><span>, .site</span><span>3</span><span>, .site</span><span>4</span><span> { </span></span></li>
<li><span> <span>display</span><span>:</span><span>block</span><span>; </span></span></li>
<li><span> <span>background</span><span>:</span><span>#feeed9</span><span>; </span></span></li>
<li><span> } </span></li>
<li><span> .site<span>1</span><span> { </span></span></li>
<li><span> <span>height</span><span>:</span><span>1px</span><span>; </span></span></li>
<li><span> <span>margin</span><span>:</span><span>0 5px</span><span>; </span></span></li>
<li><span> } </span></li>
<li><span> .site<span>2</span><span> { </span></span></li>
<li><span> <span>height</span><span>:</span><span>1px</span><span>; </span></span></li>
<li><span> <span>margin</span><span>:</span><span>0 3px</span><span>; </span></span></li>
<li><span> } </span></li>
<li><span> .site<span>3</span><span> { </span></span></li>
<li><span> <span>height</span><span>:</span><span>1px</span><span>; </span></span></li>
<li><span> <span>margin</span><span>:</span><span>0 2px</span><span>; </span></span></li>
<li><span> } </span></li>
<li><span> .site<span>4</span><span>{ </span></span></li>
<li><span> <span>height</span><span>:</span><span>2px</span><span>; </span></span></li>
<li><span> <span>margin</span><span>:</span><span>0 1px</span><span>; </span></span></li>
<li><span> } </span></li>
<li><span>&lt;/b&gt; </span></li>
</ol>
</div>
<pre style="display:none;"><strong>#page-wraper {
 margin-top:10px;
 margin-left:20px;
 margin-right:20px;
 margin-bottom:10px;
 height:auto;
 padding:auto;
 background-position:bottom;        
 width:730px;
 }
 #page-bg {
 margin:0px;
 background:transparent;
 }
 #bungkus {
 height:auto;
 margin:0px;
 padding:10px;
 color:#FFF;
 background:#feeed9;
 }
 .site1, .site2, .site3, .site4 {
 display:block;
 background:#feeed9;
 }
 .site1 {
 height:1px;
 margin:0 5px;
 }
 .site2 {
 height:1px;
 margin:0 3px;
 }
 .site3 {
 height:1px;
 margin:0 2px;
 }
 .site4{
 height:2px;
 margin:0 1px;
 }
</strong></pre>
<p><strong>Berikut ini adalah kode pengaturan CSS untuk membuat Rounded corners (garis lengkung) pada setiap sudut div:</strong></p>
<div>
<div>
<div><a href="http://liyantanto.wordpress.com/2009/05/05/rounded-corners-menggunakan-css/#">view plain</a><a href="http://liyantanto.wordpress.com/2009/05/05/rounded-corners-menggunakan-css/#">copy to clipboard</a><a href="http://liyantanto.wordpress.com/2009/05/05/rounded-corners-menggunakan-css/#">print</a><a href="http://liyantanto.wordpress.com/2009/05/05/rounded-corners-menggunakan-css/#">?</a></div>
</div>
<ol>
<li><span><span>&lt;b&gt;&lt;div id=</span><span>&#8220;page-wraper&#8221;</span><span>&gt; </span></span></li>
<li><span>&lt;div id=<span>&#8220;page-bg&#8221;</span><span>&gt; </span></span></li>
<li><span> &lt;b <span>class</span><span>=</span><span>&#8220;site1&#8243;</span><span>&gt;&lt;/b&gt;&lt;b </span><span>class</span><span>=</span><span>&#8220;site2&#8243;</span><span>&gt;&lt;/b&gt;&lt;b </span><span>class</span><span>=</span><span>&#8220;site3&#8243;</span><span>&gt;&lt;/b&gt;&lt;b </span><span>class</span><span>=</span><span>&#8220;site4&#8243;</span><span>&gt;&lt;/b&gt; </span></span></li>
<li><span>&lt;div id=<span>&#8220;bungkus&#8221;</span><span>&gt; </span></span></li>
<li><span> </span></li>
<li><span>PT Excelcomindo Pratama Tbk.  (&amp;ldquo;XL&amp;rdquo; atau &amp;ldquo;Perseroan&amp;rdquo;) didirikan pada tanggal 6 Oktober 1989 dengan nama PT  Grahametropolitan Lestari yang bergerak di bidang perdagangan dan jasa umum. </span></li>
<li><span> </span></li>
<li><span>Pada tahun 1995, seiring  dengan kerjasama antara Rajawali Group &amp;ndash; pemegang saham &amp;ndash; dengan beberapa  investor asing (Nynex, AIF dan Mitsui), PT Grahametropolitan Lestari mengubah  nama menjadi PT Excelcomindo Pratama dengan kegiatan utama usahanya&amp;nbsp; sebagai  penyelenggara jasa teleponi dasar. </span></li>
<li><span>XL mulai beroperasi secara  komersial pada tanggal 8 Oktober 1996 dengan menyediakan jasa teleponi dasar  menggunakan teknologi&amp;nbsp; GSM 900. Dalam perkembangannya, XL juga memperoleh  Izin Penyelenggaraan Jaringan Bergerak Seluler untuk teknologi DCS 1800, Izin  Penyelenggaraan Jaringan Tetap Tertutup, Izin Penyelenggaraan Jasa Internet  (Internet Services Protocol/ISP) dan Izin Penyelenggaraan Jasa Internet  Teleponi untuk Keperluan Publik (Voice over Internet Protocol/VoIP). Pada tahun  2006, XL memperoleh Izin Penyelenggaraan Seluler untuk teknologi 3G dan  meluncurkannya secara komersial pada bulan September 2006. </span></li>
<li><span>Hingga saat ini, XL telah  mendirikan lebih dari 13.000 menara Base Transceiver Station (BTS) di seluruh  Indonesia untuk melayani&amp;nbsp;22 juta pelanggannya. Dan XL berkomitmen untuk  terus meningkatkan kualitas dan cakupan wilayah selulernya di masa mendatang,  agar kebutuhan komunikasi para pelanggan dapat senantiasa berjalan kapanpun, di  manapun. </span></li>
<li><span>Untuk memberikan pelayanan  dan dukungan terbaik bagi para pelanggannya, hingga kwartal I tahun 2007 telah  tersedia lebih dari 156 gerai XL Centerdi seluruh Indonesia, didukung oleh  layanan Contact Center yang selalu siap menyediakan informasi kepada pelanggan  selama 24 jam sehari, tujuh hari seminggu. Pada tahun 2006, XL resmi memperoleh  lisensi 3G, dan selain menggelar layanan 3G yang inovatif, pelanggan XL semakin  dimanjakan dengan hadirnya dukungan Video Contact Center, layanan dukungan  pelanggan berbasis teknologi 3G. </span></li>
<li><span>Dengan penyediaan  produk, layanan dan dukungan pelanggan tersebut, berbagai penghargaan bergengsi telah diraih oleh XL. Penghargaan  ini sebagai bukti komitmen XL untuk senantiasa meningkatkan kualitas dan  inovasi produk serta layanannya.&lt;/div&gt; </span></li>
<li><span>&lt;b <span>class</span><span>=</span><span>&#8220;site4&#8243;</span><span>&gt;&lt;/b&gt;&lt;b </span><span>class</span><span>=</span><span>&#8220;site3&#8243;</span><span>&gt;&lt;/b&gt;&lt;b </span><span>class</span><span>=</span><span>&#8220;site2&#8243;</span><span>&gt;&lt;/b&gt;&lt;b </span><span>class</span><span>=</span><span>&#8220;site1&#8243;</span><span>&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt; </span></span></li>
<li><span>&lt;/div&gt; </span></li>
<li><span>&lt;/b&gt; </span></li>
</ol>
</div>
<pre style="display:none;"><strong>&lt;div id="page-wraper"&gt;
&lt;div id="page-bg"&gt;
 &lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;
&lt;div id="bungkus"&gt;

PT Excelcomindo Pratama Tbk.  (&amp;ldquo;XL&amp;rdquo; atau &amp;ldquo;Perseroan&amp;rdquo;) didirikan pada tanggal 6 Oktober 1989 dengan nama PT  Grahametropolitan Lestari yang bergerak di bidang perdagangan dan jasa umum.

Pada tahun 1995, seiring  dengan kerjasama antara Rajawali Group &amp;ndash; pemegang saham &amp;ndash; dengan beberapa  investor asing (Nynex, AIF dan Mitsui), PT Grahametropolitan Lestari mengubah  nama menjadi PT Excelcomindo Pratama dengan kegiatan utama usahanya&amp;nbsp; sebagai  penyelenggara jasa teleponi dasar.
XL mulai beroperasi secara  komersial pada tanggal 8 Oktober 1996 dengan menyediakan jasa teleponi dasar  menggunakan teknologi&amp;nbsp; GSM 900. Dalam perkembangannya, XL juga memperoleh  Izin Penyelenggaraan Jaringan Bergerak Seluler untuk teknologi DCS 1800, Izin  Penyelenggaraan Jaringan Tetap Tertutup, Izin Penyelenggaraan Jasa Internet  (Internet Services Protocol/ISP) dan Izin Penyelenggaraan Jasa Internet  Teleponi untuk Keperluan Publik (Voice over Internet Protocol/VoIP). Pada tahun  2006, XL memperoleh Izin Penyelenggaraan Seluler untuk teknologi 3G dan  meluncurkannya secara komersial pada bulan September 2006.
Hingga saat ini, XL telah  mendirikan lebih dari 13.000 menara Base Transceiver Station (BTS) di seluruh  Indonesia untuk melayani&amp;nbsp;22 juta pelanggannya. Dan XL berkomitmen untuk  terus meningkatkan kualitas dan cakupan wilayah selulernya di masa mendatang,  agar kebutuhan komunikasi para pelanggan dapat senantiasa berjalan kapanpun, di  manapun.
Untuk memberikan pelayanan  dan dukungan terbaik bagi para pelanggannya, hingga kwartal I tahun 2007 telah  tersedia lebih dari 156 gerai XL Centerdi seluruh Indonesia, didukung oleh  layanan Contact Center yang selalu siap menyediakan informasi kepada pelanggan  selama 24 jam sehari, tujuh hari seminggu. Pada tahun 2006, XL resmi memperoleh  lisensi 3G, dan selain menggelar layanan 3G yang inovatif, pelanggan XL semakin  dimanjakan dengan hadirnya dukungan Video Contact Center, layanan dukungan  pelanggan berbasis teknologi 3G.
Dengan penyediaan  produk, layanan dan dukungan pelanggan tersebut, berbagai penghargaan bergengsi telah diraih oleh XL. Penghargaan  ini sebagai bukti komitmen XL untuk senantiasa meningkatkan kualitas dan  inovasi produk serta layanannya.&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</strong></pre>
<p><strong>maka hasilnya seperti berikut:</strong></p>
<p><strong><a href="http://liyantanto.files.wordpress.com/2009/05/melengkung.jpg"><img title="melengkung" src="http://liyantanto.files.wordpress.com/2009/05/melengkung.jpg?w=300&#038;h=192&#038;h=192" alt="melengkung" width="300" height="192" /></a></strong></p>
<p><strong>literatur:</strong></p>
<p><strong>http://masimnet.awardspace.com/membuat-rounded-corners-menggunakan-css</strong></p>
<p><strong>http://subagya.blogspot.com/2008/09/mengenal-border-lengkung.html</strong></p>
<p><strong><!--more--><br />
</strong></div>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tesamsitompul.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tesamsitompul.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tesamsitompul.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tesamsitompul.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tesamsitompul.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tesamsitompul.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tesamsitompul.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tesamsitompul.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tesamsitompul.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tesamsitompul.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tesamsitompul.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tesamsitompul.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tesamsitompul.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tesamsitompul.wordpress.com/15/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tesamsitompul.wordpress.com&amp;blog=8288757&amp;post=15&amp;subd=tesamsitompul&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tesamsitompul.wordpress.com/2009/06/24/rounded-corners-menggunakan-css/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/72f2f0d7c7a949a920c713ea5149efcc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tesamsitompul</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://liyantanto.files.wordpress.com/2009/05/ccs_test1.jpg?w=475&#38;h=76" medium="image">
			<media:title type="html">ccs_test1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://liyantanto.files.wordpress.com/2009/05/melengkung.jpg?w=300&#38;h=192" medium="image">
			<media:title type="html">melengkung</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>INPUT(Masukan) dan OUTPUT(keluaran)</title>
		<link>http://tesamsitompul.wordpress.com/2009/06/24/inputmasukan-dan-outputkeluaran/</link>
		<comments>http://tesamsitompul.wordpress.com/2009/06/24/inputmasukan-dan-outputkeluaran/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Jun 2009 05:48:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tesamsitompul</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tesamsitompul.wordpress.com/?p=4</guid>
		<description><![CDATA[INPUT(Masukan) Adalah perangkat keras komputer yang berfungsi sebagai alat untuk memasukan data atau perintah ke dalam komputer yang berupa signal input atau maintenance input. Di dalam sistem komputer, signal input berupa data yang dimasukkan ke dalam sistem komputer, sedangkan maintenance input berupa program yang digunakan untuk mengolah data yang dimasukkan. Dengan demikian, alat input selain [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tesamsitompul.wordpress.com&amp;blog=8288757&amp;post=4&amp;subd=tesamsitompul&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>INPUT(Masukan)</strong></p>
<p><strong>Adalah perangkat keras komputer yang berfungsi sebagai alat untuk memasukan data atau perintah ke dalam komputer yang berupa signal input atau maintenance input. Di dalam sistem komputer, signal input berupa data yang dimasukkan ke dalam sistem komputer, sedangkan maintenance input berupa program yang digunakan untuk mengolah data yang dimasukkan. Dengan demikian, alat input selain digunakan untuk memasukkan data juga untuk memasukkan program.</strong></p>
<p><strong><span id="more-4"></span></strong><strong>Beberapa alat input mempunyai fungsi ganda, yaitu disamping sebagai alat input juga berfungsi sebagai alat output sekaligus. Alat yang demikian disebut sebagai <em>terminal</em>.</strong></p>
<p><strong>Terminal dapat dihubungkan ke sistem komputer dengan menggunakan kabel langsung atau lewat alat komunikasi.  Terminal dapat digolongkan menjadi <em>non intelligent terminal</em>, <em>smart terminal</em>, <em>dan intelligent terminal</em>. <em>Non intelligent terminal </em>hanya berfungsi sebagai alat memasukkan input dan penampil output, dan tidak bisa diprogram karena tidak mempunyai alat pemroses. Peralatan seperti ini juga disebut sebagai <em>dumb terminal</em>. <em>Smart terminal </em>mempunyai alat pemroses dan memori di dalamnya sehingga input yang terlanjur dimasukkan dapat dikoreksi kembali.</strong></p>
<p><strong>Walaupun demikian, terminal jenis ini tidak dapat diprogram oleh pemakai, kecuali oleh pabrik pembuatnya. Sedangkan <em>intelligent terminal </em>dapat diprogram oleh pemakai. Peralatan yang hanya berfungsi sebagai alat input dapat digolongkan menjadi alat input langsung dan tidak langsung.</strong></p>
<p><strong>Alat input langsung yaitu input yang dimasukkan langsung diproses oleh alat pemroses, sedangkan alat input tidak langsung melalui media tertentu sebelum suatu input diproses oleh alat pemroses. Alat input langsung dapat berupa papan ketik (<em>keyboard</em>), <em>pointing device </em>(misalnya <em>mouse</em>, <em>touch screen</em>, <em>light pen</em>, <em>digitizer graphics tablet</em>), <em>scanner </em>(misalnya <em>magnetic ink character recognition</em>, <em>optical data reader </em>atau <em>optical character recognition reader</em>), sensor (misalnya <em>digitizing camera</em>), <em>voice recognizer </em>(misalnya <em>microphone</em>). Sedangkan alat input tidak langsung misalnya <em>keypunch </em>yang dilakukan melalui media <em>punched card </em>(kartu plong), <em>key-to-tape </em>yang merekam data ke media berbentuk pita (tape) sebelum diproses oleh alat pemroses, dan <em>key-to-disk </em>yang merekam data ke media magnetic disk (misalnya disket atau harddisk) sebelum diproses lebih lanjut.</strong></p>
<p><strong>Keyboard</strong></p>
<p><strong>Penciptaan keyboard komputer di ilhami oleh penciptaan mesin ketik yang dasar rancangannya di buat dan di patenkan oleh Christopher Latham pada tahun 1868 dan banyak dipasarkan pada tahun 1877 oleh Perusahaan Remington.</strong></p>
<p><strong>Keyboard komputer pertama disesuaikan dari kartu pelubang (punch card) dan teknologi pengiriman tulisan jarak jauh (Teletype). Tahun 1946 komputer ENIAC menggunakan pembaca kartu pembuat lubang (punched card reader) sebagai alat input dan output.</strong></p>
<p><strong>Bila mendengar kata “keyboard” maka pikiran kita tidak lepas dari adanya sebuah komputer, karena keyboard merupakan sebuah papan yang terdiri dari tombol-tombol untuk mengetikkan kalimat dan simbol-simbol khusus lainnya pada komputer. Keyboard dalam bahasa Indonesia artinya papan tombol jari atau papan tuts.</strong></p>
<p><strong>Pada keyboard terdapat tombol-tombol huruf (alphabet) A – Z, a – z, angka (numeric) 0 – 9, tombol dan karakter khusus seperti : ‘ ~ @ # $ % ^ &amp; * ( ) _ – + = &lt; &gt; / , . ? : ; ” ‘ \ |, tombol fungsi (F1 – F12), serta tombol-tombol khusus lainnya yang jumlah seluruhnya adalah 104 tuts. Sedangkan pada Mesin ketik jumlah tutsnya adalah 52 tuts. Bentuk keyboard umumnya persegi panjang, tetapi saat ini model keyboard sangat variatif.</strong></p>
<p><strong>Dahulu orang banyak yang menggunakan mesin ketik baik yang biasa maupun mesin ketik listrik. Keyboard mempunyai kesamaan bentuk dan fungsi dengan mesin ketik. Perbedaannya terletak pada hasil output atau tampilannya. Bila kita menggunakan mesin ketik, kita tidak dapat menghapus atau membatalkan apa-apa saja yang sudah ketikkan dan setiap satu huruf atau simbol kita ketikkan maka hasilnya langsung kita lihat pada kertas. Tidak demikian dengan keyboard. Apa yang kita ketikkan hasil atau keluarannya dapat kita lihat di layar monitor terlebih dahulu, kemudian kita dapat memodifikasi atau melakukan perubahan-perubahan bentuk tulisan, kesalahan ketikan dan yang lainnya. Keyboard dihubungkan ke komputer dengan sebuah kabel yang terdapat pada keyboard. Ujung kabel tersebut dimasukkan ke dalam port yang terdapat pada CPU komputer.</strong></p>
<p><strong>Mouse</strong></p>
<p><strong>Pada dasarnya, penunjuk (pointer) yang dikenal dengan sebutan “Mouse” dapat digerakkan kemana saja berdasarkan arah gerakan bola kecil yang terdapat dalam mouse. Jika kita membuka dan mengeluarkan bola kecil yang terdapat di belakang mouse, maka akan terlihat 2 pengendali gerak di dalamnya. Kedua pengendali gerak tersebut dapat bergerak bebas dan mengendalikan pergerakan penunjuk, yang satu searah horisontal (mendatar) dan satu lagi vertikal (atas dan bawah).</strong></p>
<p><strong>Jika kita hanya menggerakkan pengendali horisontal maka penunjuk hanya akan bergerak secara horisontal saja pada layar monitor komputer. Dan sebaliknya jika penunjuk vertikal yang digerakkan, maka penunjuk (pointer) hanya bergerak secara vertikal saja dilayar monitor. Jika keduanya kita gerakkan maka gerakan penunjuk (pointer) akan menjadi diagonal. Jika bola kecil dimasukkan kembali, maka bola itu akan menyentuh dan menggerakkan kedua pengendali gerak tersebut sesuai dengan arah mouse yang kita gerakkan.</strong></p>
<p><strong>Pada sebagian besar mouse terdapat tiga tombol, tetapi umumnya hanya dua tombol yang berfungsi, yaitu tombol paling kiri dan yang paling kanan. Pengaruh dari penekanan tombol atau yang di kenal dengan istilah “Click” ini tergantung pada obyek (daerah) yang kita tunjuk. Komputer akan mengabaikan penekanan tombol (click) bila tidak mengenai area atau obyek yang tidak penting.</strong></p>
<p><strong>Kemudian dalam penggunaan mouse juga kita kenal istilah “Drag” yang artinya menggeser atau menarik. Apabila kita menekan tombol paling kiri tanpa melepaskannya dan sambil menggesernya, salah satu akibatnya obyek tersebut berpindah atau menjadi pindah (tersalin) ke obyek lain dan terdapat kemungkinan lainnya. Kemungkinan-kemungkinan ini tergantung pada jenis program aplikasi apa yang kita jalankan. Mouse terhubung dengan komputer dengan sebuah kabel yang terdapat pada mouse. Ujung kabel tersebut dimasukkan dalam port yang terdapat di CPU komputer.</strong></p>
<p><strong>Scanner</strong></p>
<p><strong>Scanner adalah suatu alat elektronik yang fungsinya mirip dengan mesin fotokopi. Mesin fotocopy hasilnya dapat langsung kamu lihat pada kertas sedangkan scanner hasilnya ditampilkan pada layar monitor komputer dahulu kemudian baru dapat dirubah dan dimodifikasi sehingga tampilan dan hasilnya menjadi bagus yang kemudian dapat disimpan sebagai file text, dokumen dan gambar.</strong></p>
<p><strong>Bentuk dan ukuran scanner bermacam-macam, ada yang besarnya seukuran dengan kertas folio ada juga yang seukuran postcard, bahkan yang terbaru, berbentuk pena yang baru diluncurkan oleh perusahaan WizCom Technologies Inc. Scanner berukuran pena tersebut bisa menyimpan hingga 1.000 halaman teks cetak dan kemudian mentransfernya ke sebuah komputer pribadi (PC).</strong></p>
<p><strong>Scanner berukuran pena tersebut dinamakan Quicklink. Pena scanner itu berukuran panjang enam inci dan beratnya sekitar tiga ons. Scanner tersebut menurut WizCom dapat melakukan pekerjaannya secara acak lebih cepat dari scanner yang berbentuk datar. Data yang telah diambil dengan scanner itu, bisa dimasukkan secara langsung ke semua aplikasi komputer yang mengenali teks ASCII. Perbedaan tiap scanner dari berbagai merk terletak pada pemakaian teknologi dan resolusinya. Pemakaian teknologi misalnya penggunaan tombol-tombol digital dan teknik pencahayaan.</strong></p>
<p><strong><em>Cara kerja Scanner : </em></strong></p>
<p><strong>Ketika kamu menekan tombol mouse untuk memulai Scanning, yang terjadi adalah :</strong></p>
<p><strong>1.      Penekanan tombol mouse dari komputer menggerakkan pengendali kecepatan pada mesin scanner. Mesin yang terletak dalam scanner tersebut mengendalikan proses pengiriman ke unit scanning.</strong></p>
<p><strong>2.      Kemudian unit scanning menempatkan proses pengiiman ke tempat atau jalur yang sesuai untuk langsung memulai scanning.</strong></p>
<p><strong>3.      Nyala lampu yang terlihat pada Scanner menandakan bahwa kegiatan scanning sudah mulai dilakukan.</strong></p>
<p><strong>4.      Setelah nyala lampu sudah tidak ada, berarti proses scan sudah selesai dan hasilnya dapat dilihat pada layar monitor.</strong></p>
<p><strong>5.      Apabila hasil atau tampilan teks / gambar ingin dirubah, kita dapat merubahnya dengan menggunakan software-software aplikasi yang ada. Misalnya dengan photoshop, Adobe dan lain- lain. pot scanned.</strong></p>
<p><strong>Ada dua macam perbedaan scanner dalam memeriksa gambar yang berwarna yaitu :</strong></p>
<p><strong>1.      Scanner yang hanya bisa satu kali meng-scan warna dan menyimpan semua warna pada saat itu saja.</strong></p>
<p><strong>2.      Scanner yang langsung bisa tiga kali digunakan untuk menyimpan beberapa warna. Warna-warna tersebut adalah merah, hijau dan biru.</strong></p>
<p><strong>Scaner yang disebut pertama lebih cepat dibandingkan dengan yang kedua, tetapi menjadi kurang bagus jika digunakan untuk reproduksi warna. Kebanyakan scanner dijalankan pada 1-bit (binary digit / angka biner), 8-bit (256 warna), dan 24 bit (lebih dari 16 juta warna). Nah, bila kita membutuhkan hasil yang sangat baik maka dianjurtkan menggunakan scanner dengan bit yang besar agar resolusi warna lebih banyak dan bagus.</strong></p>
<p><strong>Kamera Digital</strong></p>
<p><strong>Salah satu input device yang sedang marak belakangan ini adalah digital camera. Dengan adanya alat ini, kita dapat lebih mudah memasukan data berupa gambar apa saja, dengan ukuran yang relatif cukup besar, ke dalam komputer kita. Digital camera yang beredar di pasaran saat ini ada berbagai macam jenis, mulai dari jenis camera untuk mengambil gambar statis, sampai dengan camera yang dapat merekam gambar dinamis seperti video.</strong></p>
<p><strong>MIC(Microphone)</strong></p>
<p><strong>Kalau camera digunakan untuk memasukkan input berupa gambar (dan suara), maka mic digunakan hanya untuk memasukkan input berupa suara. Penggunaan mic tentu saja memerlukan perangkat keras tambahan untuk menerima input suara tersebut yaitu <em>sound card, </em>dan <em>speaker </em>untuk mendengarkan hasil rekaman suara.</strong></p>
<p><strong>OUTPUT (Keluaran)</strong></p>
<p><strong>Adalah perangkat keras komputer yang berfungsi untuk menampilkan keluaran sebagai hasil pengolahan data. Keluaran dapat berupa hard-copy (ke kertas), soft-copy (ke monitor), ataupun berupa suara.</strong></p>
<p><strong>Output yang dihasilkan dari pemroses dapat digolongkan menjadi empat bentuk, yaitu tulisan (huruf, angka, simbol khusus), <em>image </em>(dalam bentuk grafik atau gambar), suara, dan bentuk lain yang dapat dibaca oleh mesin (<em>machine-readable form</em>). Tiga golongan pertama adalah output yang dapat digunakan langsung oleh manusia, sedangkan golongan terakhir biasanya digunakan sebagai input untuk proses selanjutnya dari komputer.</strong></p>
<p><strong>Peralatan output dapat berupa:</strong></p>
<p><strong><em>Hard-copy device</em>, yaitu alat yang digunakan untuk mencetak tulisan dan <em>image </em>pada media keras seperti kertas atau film.</strong></p>
<p><strong><em>Soft-copy device</em>, yaitu alat yang digunakan untuk menampilkan tulisan dan <em>image </em>pada media lunak yang berupa sinyal elektronik.</strong></p>
<p><strong><em>Drive device </em>atau <em>driver</em>, yaitu alat yang digunakan untuk merekam simbol dalam bentuk yang hanya dapat dibaca oleh mesin pada media seperti magnetic disk atau magnetic tape. Alat ini berfungsi ganda, sebagai alat output dan juga sebagai alat input.</strong></p>
<p><strong>Output bentuk pertama sifatnya adalah permanen dan lebih <em>portable </em>(dapat dilepas dari alat outputnya dan dapat dibawa ke mana-mana). Alat yang umum digunakan untuk ini adalah <em>printer</em>, <em>plotter</em>, dan alat <em>microfilm</em>. Sedangkan output bentuk kedua dapat berupa <em>video display</em>, <em>flat panel</em>, dan <em>speaker</em>. Dan alat output bentuk ketiga yang menggunakan media <em>magnetic disk </em>adalah <em>disk drive</em>, dan yang menggunakan media <em>magnetic tape </em>adalah <em>tape drive</em>.</strong></p>
<p><strong>Printer dan Plotter</strong></p>
<p><strong>Printer dan plotter adalah jenis <em>hard-copy device</em>, karena keluaran hasil proses dicetak di atas kertas. Printer memiliki berbagai macam bentuk dan ukuran, serta ketajaman hasil cetak. Ukuran kertas yang dapat digunakan pun beragam. Tetapi, untuk mencetak di atas kertas dengan ukuran yang sangat besar, digunakanlah plotter.</strong></p>
<p><strong>Monitor</strong></p>
<p><strong>Monitor adalah salah satu jenis <em>soft-copy device</em>, karena keluarannya adalah berupa signal elektronik, dalam hal ini berupa gambar yang tampil di layar monitor. Gambar yang tampil adalah hasil pemrosesan data ataupun informasi masukan. Monitor memiliki berbagai ukuran layar seperti layaknya sebuah televisi. Tiap merek dan ukuran monitor memiliki tingkat resolusi yang berbeda. Resolusi ini lah yang akan menentukan ketajaman gambar yang dapat ditampilkan pada layar monitor. Jenis-jenis monitor saat ini sudah sangat beragam, mulai dari bentuk yang besar dengan layar cembung, sampai dengan bentuk yang tipis dengan layar datar (<em>flat</em>).</strong></p>
<p><strong>Infocus</strong></p>
<p><strong>Infocus hampir sama dengan monitor. Fungsinya adalah untuk menampilkan gambar/visual hasil pemrosesan data. Hanya saja, infocus memerlukan obyek lain sebagai media penerima pancaran singnal-signal gambar yang dipancarkan. Media penerima tersebut sebaiknya memiliki permukaan datar dan berwarna putih (terang).</strong></p>
<p><strong>Biasanya yang digunakan adalah dinding putih, <em>whiteboard</em>, ataupun kain/layar putih yang dibentangkan.</strong></p>
<p><strong><!--more--><br />
</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tesamsitompul.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tesamsitompul.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tesamsitompul.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tesamsitompul.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tesamsitompul.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tesamsitompul.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tesamsitompul.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tesamsitompul.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tesamsitompul.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tesamsitompul.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tesamsitompul.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tesamsitompul.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tesamsitompul.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tesamsitompul.wordpress.com/4/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tesamsitompul.wordpress.com&amp;blog=8288757&amp;post=4&amp;subd=tesamsitompul&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tesamsitompul.wordpress.com/2009/06/24/inputmasukan-dan-outputkeluaran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/72f2f0d7c7a949a920c713ea5149efcc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tesamsitompul</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
